DANREM HADIRI ACARA IBAB DAN HUT SUMPAH PEMUDA KE-91 DI KABUPATEN LAMANDAU


Lamandau MKNews-Dalam kegiatan Pencerahan Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke - 91 dan Ikrar Bersama Anak Bangsa (IBAB) Tingkat Provinsi Kalteng tahun 2019  yang di laksanakan diGedung Pertemuan Umum ( GPU) Jl. Bukit Hibul Barat Kec. Nanga Bulik Kab. Lamandau Minggu (28/10/2019).

Kunjungan Danrem 102/PJG guna menghadiri Acara  Pencerahan Kebangsaan dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke - 91 serta Ikrar Bersama Anak Bangsa ( IBAB) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten Lamandau.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, Danrem 102/Pjg (Kolonel Arm Syaiful Rizal S.sos) Bupati Lamandau ,Wali Kota, Bupati  se - Provinsi Kalimantan Tengah,Anggota DPRD Kab. Lamandau,  Dandim 1014/Pbn ( Letkol Inf Rudi Rianto Ratu)
 Perwira Penghubung Kab. Lamandau, Kaban Kesbangpol Provinsi dan Kaban Kesbangpol SeKabupaten  Provinsi Kalimantan Tengah,  Kadispora Provinsi dan Kabupaten, FKPD dan SOPD Kab. Lamandau dan seluruh peserta perwakilan tiap - tiap Kabupaten.

Kehadiran Danrem dan Rombongan dari Palangakaraya disambut dengan Acara Adat Nota Garung Pantan yang dipimpin oleh Mantir Adat oleh BIRIS PK, 
 setelah usai acara penyambutan Nota Garung Pantan tamu dari Prov. Kalteng melakukan giat perjamuan yang diantaranya Benaik Benaki, Bagondang/ Baigal.

Disampaikan Danrem dalam kesempatannya memberikan pencerahan kepada peserta yang hadir, dalam berorganisasi harus mengimplentasikan Sumpah Pemuda, mari kita jauhi  dari premordialisme sempit dan faham Radikalisme, sekarang kita menghadapi revolusi industri 4.0 pilah mana sisi baik dan sisi buruknya. 

Semuanya bermuara pada menjaga keutuhan NKRI yang terletak ada pada generasi muda,Tiga  kejadian masalalu pertama 1908, 1928, dan 1945 seharusnya menjadi inspirasi kita hari ini, " terang Danrem.

Danrem menambahkan bagaimana potret generasi saat ini, akibat dampak digital melahirkan sosok Individu edo dan apatis, hilangnya sosok panutan, bergesernya tata nilai sosial, Idiologi Transnasional, tumbuhnya generasi gadget,serta komunikasi antar keluarga yang berjarak. 

Menyikapi hal itu kita bisa memberikan solusi dengan menjadikan tuntunan seperti senior atau pahlawan, teladani Sumpah Pemuda, generasi muda harus punya Experience atau pengalaman pendidikan, self - development, meneladani Energi Betang, nilai - nilai luhur kearifan lokal,  jujur, kesetaraan, musyawarah untuk mufakat serta menaati hukum dan menghormati hukum adat, " kata Danrem menutup pencerahnnya.

Komentar