Ini Jawaban PT PLN Persero Rayon Muara Teweh Terkait Adanya Tuntutan Dari Warga Desa Luwe Hulu



Foto : Bagian K3L PT PLN Persero Rayon Muara Teweh, Wahyu.

Muara Teweh, MKNews- Menanggapi adanya tuntutan dari warga Desa Luwe Hulu Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara beberapa hari yang lalu saat pertemuan dikantor Desa Luwe Hulu, pihak PT PLN Persero Rayon Muara Teweh akhirnya menanggapi adanya tuntutan tersebut.

PT PLN Persero Rayon Muara Teweh, melalui Wahyu bagian K3L PT PLN Rayon Muara Teweh mengatakan kami dari PLN tetap berkomitmen menambah kapasitas daya mampu mesin, dengan mempercepat perbaikan mesin yang ada di desa luwe hulu yang saat ini ada tiga buah mesin yang beroperasi dengan kapasitas 300 KW," ucapnya Jumat, 25/10/2019.

Dengan beban puncak pemakaian listrik masyarakat disana, tercatat mencapai 350 Kw sehingga masih devisit sampai 50 Kw pada saat beban puncak. Terkait pengurangan beban disisi pelanggan, dan sesuai tuntutan dari masyarakat yang meminta ke PLN untuk memutuskan aliran listrik ke PT Padaidi dan PT WIKI dan hal tersebut sudah kami lakukan," jelas Wahyu.

Dan itu sudah disampaikan secara teknis ke masyarakat bahwa jika kedua perusahaan tersebut sudah tidak lagi menggunakan listrik PLN, dan itu hanya bisa menurunkan beban maksimal 5 Kw secara teknis. Oleh sebab itu selain kami datang secara langsung ke PT Pada Idi dan PT WIKI untuk mengurangi pemakaian saat beban puncak," ungkapnya.

Kami juga sudah berupaya sejak tanggal 24 kemarin untuk mengatur waktu pemadaman dan pemakaian besar dari BTS pemancar jaringan komunikasi dan PDAM di desa-desa, pada saat beban puncak berlangsung dari pukul 17.00 WIB-21.00 WIB. Dan untuk diketahui, bahwa PT WIKI bersedia untuk mengoperasikan genset milik perusahan untuk pemakaian sendiri sewaktu beban puncak," pungkasnya. (Led)

Komentar