Rakordal Resmi Dibuka Gubernur Kalteng dan Mendapatkan Sertifikat WTP Atas Keberhasilan Mengelola APBD Dengan Baik.


Palangka Raya, MKnews
- Pembukaan Kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran di Aula Serbaguna Bappedalitbang Prov. Kalteng, Rabu (16/10) ini membahas program-program evaluasi pelaksanaan pembangunan dan pengendalian triwulan III tahun 2019 yang merupakan tahun ketiga RPJMD provinsi kalimantan tengah tahun 2016-2021.

Sugianto Sabran mengatakan, indikator capaian pembangunan di kalimantan tengah menunjukkan peningkatan dalam kurun tiga tahun terakhir ini, namun demikian saya tetap meminta kepada Bupati/Walikota agar dapat melaksanakan pembangunan daerahnya untuk seluruh masyarakat yang berada di pedalaman yang belum tersentuh oleh pembangunannya.

Kali ini Pemprov akan membuka akses bagi saudara kita yang wilayahnya masih terisolasi, pembangunan secara komprehensif di segala bidang pada daerah-daerah pedalaman ini. Bangun infrastruktur, sarana prasarana pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat secara merata di berbagai pelosok di daerah," tegasnya.

Orang nomer satu di bumi Tambun Bungai ini menjelaskan, Indikator makro ekonomi, antara lain : Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,64%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17%. Dan pada triwulan I 2019 pertumbuhan ekonomi sebesar 6,03% dan semakin tumbuh pada triwulan II 2019 sebesar 7,67%.

Angka kemiskinan maret 2019 sebesar 4,98% lebih rendah (lebih baik) dari capaian nasional yakni 9,41 %, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2018 sebesar 70,42, lebih rendah dari IPM Nasional yakni 71,39, namun demikian IPM Kalteng masuk dalam kategori kelompok tinggi, dan ini untuk pertama kalinya IPM Kalteng masuk dalam kategori kelompok tinggi (70 sampai dengan 80), gini ratio maret 2019 sebesar 0,336 lebih rendah (lebih baik) dibandingkan dengan capaian nasional sebesar 0,382, jelasnya.

"Saya berharap dengan Indikator Makro Ekonomi diatas dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada tahun 2019 ini dengan sinergitas, antara provinsi dan kabupaten/kota se-kalimantan tengah dan melaksanaan program serta kegiatan pembangunan yang difokuskan pada bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan perekonomian dalam arti luas, seperti pertanian, perikanan, Pariwisata, perindustrian, perdagangan, ukm dan lain-lain," tuturnya.

Gubernur melanjutkan  bahwa untuk menunjang pembangunan, Kalteng terbuka dan menerima para investor yang mempunyai visi yang sama dengan Pemprov yakni dapat membangun Kalteng untuk kesejahteraan rakyat Kalteng.

Saat ini Kalteng sedang menjajaki kerjasama dengan investor Uni Emirat Arab (UEA) di sektor pertanian. Pemprov Kalteng akan bekerjasama dengan investor elite agro UEA, ucap Sugianto.

"Saat ini kita sudah memasuki triwulan IV, triwulan terakhir dalam tahun ini, saya minta provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan harus sesuai jadwal yang ditetapkan, agar program/kegiatan dapat terlaksana dengan baik, tepat mutu, tepat waktu dan tepat volume, serta sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan upaya-upaya percepatan penyerapan anggaran, khususnya penyerapan belanja langsung," ujarnya.

Hal tersebut sebagai upaya percepatan terealisasinya target-target kinerja pembangunan sebagai salah satu komponen terbesar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan, lanjut Sugianto.

"Dalam kesempatan ini saya menerima sertifikat WTP dari kementerian keuangan untuk provinsi kalimantan tengah dan menyerahkan sertifikat WTP kepada 13 (tigabelas) kabupaten/kota. Sertifikat WTP ini atas  keberhasilan daerah mengelola APBD dengan baik dengan penilaian wajar, tutup Sugianto. ( Didik )

Komentar