Gubernur Terus Pacu Infrastruktur Di Kalimantan Tengah


PALANGKA RAYA-Dinas PUPR Kalteng telah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Barito Timur dan Barito Utara. 

Di wilayah timur Kalteng ini sejak Februari 2019 tengah dibangun ruas Jalan Simpang Patas - Tabak Kanilan, pembangunan jembatan penyeberangan Muara Teweh - Jingah, Pembangunan jalan Simpang KM 34 - Simpang Benangin (MYC), dan proyek multiyears ruas jalan Patung - Hayaping – Bentot.

Kepala Dinas PUPR Kalteng, Shalahuddin, menyebut pembangunan tersebut merupakan instruksi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang menghendaki agar program perbaikan infrastruktur bisa berjalan sesuai rencana.

Wilayah barat Kalteng pun mendapat perhatian penuh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Hal itu juga disampaikan Salahuddin yang mengatakan pembangunan infrastruktur jalan juga dilakukan menggunakan mekanisme proyek multiyears di wilayah barat Bumi Tambun Bungai hampir selesai.

Pembangunan infrastruktur juga berlanjut di wilayah tengah Kalteng meliputi Kota Palangka Raya dan sekitarnya. 

Selanjutnya pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan pada 2020 mendatang untuk wilayah Daerah Aliran Sungai (Das) Barito adalah ruas jalan nasional dan provinsi di Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Raya.

Paling penting Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin menegaskan harapan Gubernur Sabran bahwa pembangunan di Kalteng tidak dilakukan setengah-setengah. Jangan sampai pembangunan di Provinsi Kalteng disamaratakan tetapi tidak tuntas.

Karena itu PUPR Provinsi Kalteng pun melakukan pengerjaan selain membangun jembatan dan ruas jalan seperti perbaikan penggantian paving, taman, air mancur, lighting (pencahayaan) dan lain-lain. 

Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin pencahayaan kota juga dilakukan seperti yang akan dilakukan terhadap Bundaran Besar. Desain Bundaran Besar permanen sudah tersedia namun untuk merealisasikan rancangan desain Bundaran Besar yang baru masih menunggu anggaran daerah yang cukup besar.

Shalahuddin mengatakan diperlukan dana hampir Rp70 miliar rupiah untuk membangun rancangan desain Bundaran Besar yang menjadi ikon Kota Palangka Raya.

Selain itu ada pula pengerjaan pembenahan Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya. 

Dinas PUPR Kalteng sedikitnya telah mengucurkan dana sebesar Rp12,5 miliar, untuk mengganti rumput, lampu penerangan, dan peningkatan terhadap ruang ganti pemain serta sejumlah perangkat lainnya dalam stadion. 

Menurut Shalahuddin untuk tahap penyempurnaan, akan disiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk lintasan lari, videotron dua, papan skor digital dan running text yang akan diambil dari dana tahun anggaran 2020.

Perbaikan Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya tersebut termasuk akan menambah kapasitas tribun penonton seperti yang ada di Stadion Gajayana Malang dan Stadion Patriot Gresik.

Selain itu menurut Shalahuddin, Stadion Sanaman Mantikei juga akan direnovasi seperti Stadion Gelora Bung Karno Jakarta sehingga dapat dipakai untuk konser musik. Nantinya Kalimantan Tengah akan memiliki stadion dengan panggung permanen, rumput standar FIFA akan dipasang dan juga ada karpet khusus yang kalau ada konser tunggal ditutup pakai pluring.

Shalahuddin mengatakan semua rencana itu akan dilaksanakan pada 2020 mendatang. Sumber:mmckalteng(Red)

Komentar