Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur Di Muara Teweh Berhasil Ditangkap Polisi


Muara Teweh, MKNews-Unit Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Barito Utara berhasil menangkap dua orang pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Kedua pelaku yaitu FR alias RONI dan MISJA alias JA Keduanya secara bergantian menyetubuhi Melati (nama samaran) di Rumahnya di Jalan Kenanga RT. 02, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara.

Kapolres Barito Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma, S.I.K. melalui Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Kristanto Situmeang membenarkan penangkapan kedua pelaku tersebut berdasarkan laporan dari orang tua korban  yang peristiwanya yaitu terjadi pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020 di rumah Jalan Kenanga RT.02 Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara," ujarnya Rabu 15/04/2020.

Setelah mendapat laporan tersebut, kemudian unit Buser Sat Reskrim Polres Barito Utara, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan 2 (dua) identitas pelaku yang pertama kalinya masuk melalui jalan jendela lalu keluar ialah tersangka RF alias RONI dan menyusul pelaku yang masuk kedua kalinya adalah tersangka MISJA alias JA," ungkap Kristanto.

Sedangkan tersangka FR alias Roni (33) berhasil di tangkap pada hari Selasa 14 April 2020, pukul 18.45 WIB di Pangkalan Ojek Jalan Kapten Piere Tandean, Simpang Karang Jawa, Kelurhan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara. Sedangkan tersangka kedua Misja alias JA yang berhasil ditangkap dirumahnya di Jalan Kenanga RT.23, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten barito Utara," jelasnya.

Dan diketahui bahwa tersangka RF alias RONI juga merupakan DPO Sat Reskrim Polres Barito Utara yaitu dalam perkara kasus pencurian water metter (meteran air) milik PDAM Muara Teweh sesuai dengan Daftar Pencarian Orang Nomor: DPO/09/V/Res.1.8/2019/ Polres Barut tanggal 17 Mei 2019.

Dalam kasus ini kedua tersangka disangkakan dengan pasal 81 Jo 82 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor.1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 yaitu Tentang Perlindungan Anak," pungkasnya. (Led)