Saat PPKM Diterapkan Pembagian Kupon Gratis Vaksin Undang Kerumunan Massa

KALTENG- MKNews- -Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-76, Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerja sama degan dan Polda Kalteng  Korem mengadakan vaksina, gratis. Antusias dari masyarakat yang ingin divaksin secara gratis ini sangat tinggi, sehingga menimbulkan kerumunan dan menyalahi aturan Protokol Kesehatan dan terlihat pada pukul 17.30 WIB massa berjubel demi mendapatkan kartu antrian vaksinasi di Posko Jln.Yos Sudarso Kota Palangkaraya, Rabu 04/08/2021.
Hal ini cukup menarik perhatian saat beberapa hari yang lalu Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status perpanjangan PPKM menjadi level 4 karena seiring meningkatnya penularan Covid-19 di Kalteng dan khususnya di kota Palangkaraya, namun disayangkan pendaftaran Vaksin gratis ini menjadi pemandangan yang ironis bahkan jadi sorotan banyak pihak karena menimbulkan kerumunan.

Lulu selaku Ketua DPD PWRI yang juga pimpinan media Inovasi Borneo dan MKNews mempertanyakan hal ini, mengapa pendaftaran Vaksinasi Gratis/ massal terjadi kerumunan yang bisa menyebabkan tingkat penderita Covid-19 naik drastis dan seharusnya Pemerintah sebelum melaksanakan vaksinasi massal terlebih dahulu mempertimbangkan bagaimana cara dan langkah agar dalam pengambilan kartu antrian tidak terjadi kerumunan," kata Lulu.
Dan bagaimana tidak lanjutnya, meningkatnya penderita Covid-19 akhir-akhir ini di kota Palangkaraya jika pendaftaran Vaksin untuk masyarakat harus berkerumun seharusnya Pemerintah bisa menyerahkan tugas tersebut kepada pihak Kecamatan, Kelurahan, RT/RW atau Organisasi kemasyarakatan untuk menjadi bagian dari tempat Pendaftaran Vaksinasi massal atau bisa juga secara online." Saya selalu memperhatikan peningkatan penderita Covid-19 di kota Palangkaraya ini, boleh di cek agar kita pelajari bersama bagaimana penderita Covid-19 bisa berkurang jika aturan yang dibuat mereka sendiri yang melanggarnya.

Antusias masyarakat ingin divaksin karena adanya aturan dari pemerintah jika ingin berurusan atau berpergian harus menunjukkan kartu vaksinasi begitu pula dengan kesehatan." Tapi kalau terjadi kerumunan seperti itu malah membuat penularan virus lebih cepat, ingin sehat tapi malah terinfeksi virus." Lulu menambahkan sebagai kontrol dan kritik saja masyarakat kecil sudah taat pada aturan walau mereka menjerit, namun Pemerintah sendiri yang membuat kecemburuan sosial dengan menciptakan kerumunan tanpa menerapkan protokol kesehatan," tutup Ketua PWRI Kalteng.(red*)

Komentar