Oknum Mantan RT Jual Tanah Tumpang Tindih Ternyata Cuma Issue.


Palangka Raya, MKNews - Issue dugaan penjualan tanah milik warga daerah Pahandut seberang ramai diperbincangkan. Issue yang beredar ditengah tengah warga masyarakat bahwa seorang mantan RT di wilayah itu yang diduga menjual dengan cara tumpang tindih. 

Dengan adanya issue yang berhembus tersebut, warga Pahandut Seberang segera melaporkan kepada Lurah Pahandut Seberang. Lurah Pahandut Seberang segera merespon laporan warga RT. 004 Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah.(Kamis, 07/11/2019)

Iformasi selanjutnya yang didapat dari Plt. Lurah Pahandut Seberang, Fajar Bakrie mengatakan, memang ada issue atau kabar angin yang beredar di masyarakat tentang penjualan tanah yang tumpang tindih dan itu hanya issue dari oknum yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.  
"Laporan dugaan penjualan tanah secara tumpang tindih yang diduga dilakukan oleh mantan RT Kursani Jaya itu cuma issue dan semua itu tidak terbukti bahwa dia telah melakukan penjualan kepada warga Pahandut Seberang, jangan khawatir dengan permasalahan issue tersebut", jelas Fajar Bakrie.

Disaat yang bersamaan mantan ketua RT 004, Kursani Jaya menuturkan, bahwa tuduhan yang dilontarkan kepadanya tidak benar adanya dan dapat dibuktikan bahwa Dia tidak pernah melakukan perbuatan tersebut.

"Issue tentang dugaan kasus penjualan tanah yang tumpang tindih ini dikemudian hari tidak terjadi lagi, karena ini merugikan warga kami yang tentunya mendapat kabar panas ini, apalagi hal tersebut yang katanya dilakukan oleh mantan RT disini. Terima kasih banyak kepada pihak Kelurahan yang telah membantu warga kami dalam mediasi permasalahan ini", urai Syahminan Ketua RT 004 yang baru terpilih.

Sementara itu, pihak warga yang diwakilkan kepada Herman juga berpendapat, bahwa permasalahan ini akan ditindaklanjuti mengenai surat pernyataan kepemilikan tanah warga tersebut, agar semua issue yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab ini tidak terjadi lagi dikemudian hari. (Red)

Komentar