Kegiatan Proyek Yang Diduga Merusak Gambut di Wilayah Sei.Pukun, Membuat Ketua PWRI Seruyan Geram

Seruyan — MKNews 
Biodiversitas atau ekosistem gambut di sekitar Sei Pukun, Kecamatan Seruyan Hilir Timur diduga rusak akibat adanya kegiatan proyek.
Kegiatan tersebut membuat Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Seruyan, Muhammad Yasir Bersuara Keras, Jum'at (2 /01 /2026).


Menurut Yasir, Lahan gambut memiliki kemampuan untuk menampung air pada saat musim hujan dan melepaskannya secara perlahan-lahan saat musim kemarau. Sehingga, keberadaannya pun dapat membantu mencegah terjadinya banjir saat musim hujan dan mencegah kekeringan ketika musim kemarau datang. Selain itu, gambut juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.

“Kegiatan ini tentu tidak dapat dibenarkan. Gambut itu peranannya penting. Selain membantu mencegah terjadinya banjir, gambut juga berfungsi menyimpan air saat musim kemarau. Tapi lihat, akibat adanya kegiatan proyek di wilayah Sei Pukun ini, Siapa yang bertanggung jawab sekarang? " ujar Yasir.

Pemuda asli Kabupaten Seruyan itu menyayangkan sikap kontraktor dan juga pebisnis pasir di wilayah setempat, karena bersikap ceroboh dan tidak bijak terhadap lingkungan.

Selain itu, Yasir juga mengungkapkan "Sangat disayangkan sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Bumi Gawi Hatantiring yang kita cintai ini diduga  seolah membiarkan kerusakan alam di Sei Pukun tersebut tanpa adanya pengawasan dari dinas terkait"  Ungkapnya.

“Kami akan mengungkap siapa saja yang terlibat dalam dugaan perusakan alam ini. Kami tidak takut siapa membeking siapa ? Ini persoalan khalayak luas, bukan hanya kepentingan kontraktor, pebisnis, atau pemerintah belaka,”  tegasnya.(Ms)
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url