Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran Sampaikan Cara Mencuci Masker Kain


Palangka Raya, -MKNews- Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan dalam upaya memperlambat penularan COVID-19 di Kalimantan Tengah, Gubernur Menyarankan agar setiap orang selalu menggunakan masker medis maupun masker kain dalam setiap melakukan aktivitas di luar rumah.

“Tetap jaga jarak dan lakukan cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir. Ganti masker kain setelah 4 (empat) jam dipakai dan cuci hingga bersih” ucapnya, Minggu (09/08/2020).


Dikutip dari National Geographic, Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan beberapa cara terbaik untuk membersihkan masker kain antara lain dengan menggunakan mesin cuci, deterjen pakaian akan efektif melawan Virus Corona baru. deterjen dan sabun tangan mengandung surfaktan, yang mengurangi ketegangan permukaan lapisan lemak. Aktivitas ini lah yang akan membunuh virus.


Selain itu, Gubernur Kalimantan Tengah mengingatkan kepada kita semua tata cara yang disarankan untuk melepaskan masker. Pastikan tangan bersih, lalu tarik menggunakan tali di belakang telinga. Hal ini menghindari kontaminasi pada masker dan wajah dengan patogen apa pun yang mungkin ada di tangan kita.


Gubernur Kalimantan Tengah juga menyampaikan tiga pesan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo bagi relawan Covid-19 yaitu :

Relawan diharapkan untuk membantu upaya pengurangan dan pencegahan penularan COVID-19 di masyarakat. Bagaimana mencegah dan mengajak masyarakat untuk patuh melakukan protokol kesehatan. Langkah ini akan bisa membantu para dokter dan tenaga medis serta mengimbangi potensi penularan yang terjadi di masyarakat dan bahkan memutus rantai penularan virus SARS-CoV-2. Masalah COVID-19 tidak bisa hanya dari pemerintah dan juga bukan hanya urusan medis atau kesehatan.

Kemudian Gubernur Kalimantan Tengah mengharapkan para relawan untuk membantu dalam pemetaan persoalan yang terjadi di daerah. Seperti yang terjadi di tengah masyarakat, masih ada warga di daerah yang menganggap Covid ini tidak ada, Covid ini sebagai suatu konspirasi atau menganggap Covid tidak berbahaya. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan dalam upaya melakukan kolaborasi untuk merangkul potensi yang ada di masyarakat, seperti melibatan tokoh pemuda, ulama atau pun tokoh budaya. Dan menekankan pentingnya kehadiran Satuan Tugas (Satgas) daerah hingga lingkup terkecil, yakni RT atau RW.


Selanjutnya Kata Gubernur Kalimantan Tengah, bagi relawan untuk selalu menjaga kesehatan. Pandemi ini belum dapat diketahui kapan akan berakhir sebelum obat atau vaksin dapat ditemukan. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta relawan untuk makan cukup dan hal yang utama tidak lupa berdoa agar selalu diberikan kekuatan dari Tuhan.


Berdasarkan pesan yang telah disampaikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo, Gubernur Kalimantan Tengah turut menyampaikan bahwa kehadiran relawan dalam melawan COVID-19 merupakan bagian dari pentaheliks penanggulangan bencana, yang terdiri dari lima helikas, yaitu pemerintah, pakar atau akademisi, masyarakat, lembaga usaha dan media massa. Gubernur Kalimantan Tengah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dedikasi terhadap penanganan COVID-19 di Kalimantan Tengah.


Adapun Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan Press Release Ketua mengenai perkembangan penanganan pandemi Covid-19 sampai dengan pukul 15.00 WIB di Kalimantan Tengah sebagai berikut:

Kab-kota zona terdampak, sebanyak 13 kabupaten dan 1 kota sudah terdampak, tetapi Kabupaten Sukamara sudah menjadi zona hijau karena tidak ada kasus. Selain itu, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Gunung Mas sudah tidak ada kasus aktif tetap belum termasuk zona hijau.

Kasus konfirmasi, ada penambahan sebanyak 43 orang, yaitu di Palangka Raya 10 orang, di Kobar 15 orang, di Kotim 2 orang, di Kapuas 2 orang, di Bartim 13 orang, dan di Barut 1 orang, sehingga dari semula sebanyak 1.992 orang menjadi 2.035 orang.
Sembuh, ada penambahan sebanyak 34 orang, yaitu di Palangka Raya 10 orang, di Kotim 1 orang, di Bartim 9 orang, dan di Barut 14 orang, sehingga dari semula 1.414 orang menjadi 1.448 orang.
Kasus Suspek, ada penurunan sebanyak 14 orang, sehingga dari semula 297 orang menjadi 283 orang.

Kasus Probable, ada penurunan sebanyak 7 orang, sehingga dari semula 31 orang menjadi 24 orang.
Dalam Perawatan, ada penambahan sebanyak 9 orang, sehingga dari semula  482 orang menjadi 491 orang.
Meninggal, tidak ada penambahan, sehingga tetap 96 orang. Tingkat kematiannya (CFR) 4,7%. (Drt/Red