Empat Tahun Kepemimpinan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan Wagub Habib Ismail Program Apa Saja Sih Yang Telah Tercapai

PALANGKA RAYA, MKNews-Mencari, menggali, menelusuri, data dan fakta di lapangan Selama 4 tahun kepemimpinan H.Sugianto Sabran sebagai Gubernur Kalteng apa saja prestasi yang berhasil di raih selama ini.

 Sampai Bulan Mei 2020 genap empat tahun masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dan Habib Ismail Bin Yahya sudah banyak yang tercapai dari visi misinya kata Asrori juga salah satu awak media pelita menyampaikan kepada wartawan Inovasiborneo dan MKNews.diskusi ringan sesama awak media untuk menilai seberapa besar keberhasilan yang dicapai Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan Habib Ismail.


Keduanya mengusung Visi “Kalteng Maju, Mandiri dan Adil Untuk Kesejahteraan Segenap Masyarakat Menuju KALTENG BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis).

Di tahun ke-4 kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Habib Ismail bin Yahya, Kalimantan Tengah terus berbenah dan mengalami capaian kemajuan yang signifikan di berbagai sektor pembangunan.

Penataan infrastruktur terus dioptimalkan, pendapatan daerah, sosial, ekonomi, pariwisata, pertanian dan sektor lainnya terus mengalami kemajuan untuk mewujudkan cita-cita dan harapan mulia KALTENG BERKAH.

Indikator capaian pembangunan diperoleh awak media Pelopor.bet, MKNews-- dan inovasi Borneo. dari data dan fakta di lapangan.

Sektor ekonomi misalnya, perkembangan capaian indikator makro pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2019 tumbuh 6,16 % ; Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per Kapita Rp 55,6 Juta, Inflasi April 2020 sebesar 2,45% dengan tingkat inflasi (year on year) sebesar 1,66%. Gini Ratio per Maret 2019 sebesar 0,335, sedangkan tingkat kemiskinan menurun dari 5,17 % pada tahun 2018 menjadi 4,98 % tahun 2019; Tingkat Pengangguran Terbuka per April 2020 sebesar 3,39 % dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 70,91 %.

Di sektor perhubungan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan transportasi udara serta pengembangan perekonomian dan pariwisata di Kalteng, Pemerintah Provinsi mengusulkan pengembangan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menjadi Bandara Internasional dan Embarkasi Haji Penuh. Demikian juga untuk Bandara H. Iskandar Pangkalan Bun dan Bandara H. Asan Sampit telah diusulkan perpanjangan landasan pacu.

Untuk mendukung program tol laut, pada tahun 2018 dilaksanakan pengerukan alur sungai Kapuas Murung Kabupaten Kapuas.

 Pemerintah Provinsi juga merencanakan pembangunan pelabuhan Teluk Sangiang Kabupaten Pulang Pisau serta mengusulkan relokasi pelabuhan Sampit ke pelabuhan di Bagendang, khusus bongkar muat.

Sementara bidang infrastruktur yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah Bidang Bina Marga pada tahun 2020 ini dilaporkan, dari jalan sepanjang 1.272,08 km, sebanyak 70,20% atau sepanjang 893,04 km dalam kondisi Mantap yakni dalam kategori Baik 644,16 km dan kategori Sedang 248,88 km. Sedangkan jalan sepanjang 379,04 km atau 29,80% dalam kondisi Tidak Mantap yakni Rusak Ringan 263,38 km dan Rusak Berat 115,56 km.

Satu persatu infrastruktur jalan dan jembatan di Kalteng telah rampung dibangun. Terbaru adalah dua jembatan penghubung dari Kabupaten Barito Selatan menuju Barito Timur dan Barito Utara juga rampung dibangun. Dengan selesainya pembangunan dua jembatan yang diberi nama Jembatan Sei Ayuh dan Jembatan Bahalang Bangkuang ini, secara otomatis akan mengurangi beban perekonomian masyarakat.

Di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, telah diusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat di beberapa kabupaten.

Sementara itu di bidang Pendidikan, wajib belajar pendidikan 9 tahun menunjukan perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI dan Paket A. Pada tahun tahun 2016/2017, APK 115,26% dan APM 95,90% sedangkan pada tahun 2018/2019 APK 116,26 % dan APM 96,50% , hal tersebut menunjukkan angka yang cukup signifikan peningkatannya. APK untuk jenjang SD/MI/Paket A ini telah mencapai target nasional yaitu mencapai 108,48%

Demikian halnya perkembangan APK/APM jenjang SMA/MA/SMK dan Paket C cukup signifikan, hal ini dapat terlihat dari program- program studi pendidikan.