Danrem 102/Pjg Buka Pembekalan Prabinsa Abit Dikmata PK TNI AD Gel II TA. 2019

PALANGKA RAYA - MkNews-Komandan korem (Danrem) 102/pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, telah membuka pembekalan Prabinsa Abit Dikmata PK TNI AD Gel II TA. 2019, bertempat di Aula Mayonif R 631/Atg, Jalan Tjilik Riwut Km 6 Kota Palangka Raya, Senin 26 April 2021.

Dalam kesempatan tersebut Danrem 102/pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto menjelaskan
Dikmata  TNI - AD Gel II  TA. 2019 adalah pendidikan Tamtama yang di rekrut dari umum kemudian melaksanakan pendidikan Tamtama teritorial, selanjutnya setelah selesai pendidikan langsung di tempatkan di komando kewilayahan.

"Pada periode ini, kita mendapatkan personel tamtama lulusan dikmata TNI AD Gel II Prabinsa TA. 2019 sebanyak 167 orang, kemudian personel tersebut  kembali untuk masuk ke satuan tempur (Satpur) Yonif R 631/Atg, tapi sebelum itu kita berikan pembekalan," ucap Danrem.

Danrem menjelaskan pelaksanaan pembekalan ini diselenggarakan selama enam hari mulai dari tanggal 26 april sampai dengan 1 Mei 2021, dan diikuti oleh 167  orang   peserta  yang berasal  dari personel baru Abit Dikmata PK TNI AD Gel II TA. 2019.

"Untuk itu, kesempatan pembekalan  yang cukup singkat ini supaya dapat  dimanfaatkan untuk belajar dan berlatih guna mendukung pelaksanaan tugas di satuan Yonif R 631/Antang. Pelaksanaan pembekalan yang dilaksanakan ini bertujuan, untuk membekali dan meningkatkan kemampuan agar personel tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan sebagai anggota Yonif R 631/Atg, sikap dan perilaku yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta memiliki kondisi jasmani yang samapta, sehingga  dapat melaksanakan tugas-tugas di masa yang akan datang," pungkasnya.

Adapun sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan pembekalan ini yaitu, memeli-hara dan meningkatkan mental sebagai  pejuang, meningkatkan motivasi, menumbuhkan keyakinan dan kepribadian Serta membangun karakter yang berdisiplin berjiwa kesatria, patriolisme sehingga dapat  menumbuhkan kebanggaan, rasa cinta terhadap satuan dan  Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komentar