PT FLTI Rutin Gelar Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla

LAMANDAU -MKNews-PT First Lamandau Timber International (FLTI) terus berkomitmen mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya, rutin menggelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan karhutla. Pelatihan dilakukan, atas kerja sama dengan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Manggala Agni Kalimantan. 

“Sebagai pencegahan Karhutla di sekitar area konsensi, setiap tahun FLTI mengadakan pelatihan bersama BPPIKHL. Ini sesuai komitmen kami dalam mendukung upaya pemerintah untuk mencegah bencana kebakaran di area konsesi Perusahaan,” ujar Senior Estate Manager FLTI, James Tamba hari ini. 
Menurut James, pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kompetensi Tim Satgas Dakarhutla (Satuan Tugas Pengendalian Karhutla) FLTI. Melalui pelatihan, Tim Satgas Dakarhutla FLTI juga diberi bimbingan teknis, baik teori maupun praktek di lapangan. 

Pada pelatihan yang digelar akhir bulan lalu, Tim Satgas mendapatkan teori dasar pencegahan dan pengendalian kebakaran, pengenalan alat pemadam kebakaran dan juga pelatihan pengendalian dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). “Ini juga sebagai persiapan dan antisipasi menghadapi musim kemarau 2021, ” lanjutnya.  

Tidak hanya pelatihan rutin bersama BPPIKHL. FLTI juga selalu mengadakan pelatihan internal. “Pelatihan rutin seperti ini dapat mengasah kemampuan dan pengetahuan semua anggota tim. Selain itu, juga dapat melatih kesiapan dan ketanggapan anggota, jika ada bencana api. Jadi kita harus selalu siap,” lanjutnya.

Selain itu, setiap tahun FLTI bersama Muspika Belantika Raya juga memberikan pelatihan pencegahan Karhutla kepada lima Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) desa binaan. Yaitu Desa Sekoban, Desa Belibi, Desa Tangga Batu, Desa Sungai Buluh, dan Desa Bayat. Pelatihan dilakukan, agar Tim Satgas dapat bekerja sama dengan KTPA dalam penanganan pencegahan bencana api. 

“Seluruh kegiatan pencegahan Karhutla tersebut, merupakan satu rangkaian program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), yang bertujuan memberdayakan ekonomi desa agar dapat tumbuh makmur dan juga mencegah terjadinya bencana kebakaran,” lanjutnya. 

Selain itu, FLTI telah memiliki sistem peringatan dan deteksi dini akan bahaya kebakaran dan juga telah memenuhi sarana dan prasarana untuk penanggulangan kebakaran sesuai dengan ketentuan pemerintah. 

Berbagai pihak menilai positif upaya yang dilakukan FLTI. Ketua Manggala Agni Daops III Pangkalan Bun Binsar Oktavianus Togatorop memberikan apresiasi kepada FLTI. Ia berharap, pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan semua anggota Tim Satgas. 

Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan Togirin juga sependapat. Dia berharap, agar melalui pelatihan, Tim Satgas dapat mencegah dan juga menanggulangi jika ada bencana kebakaran. 

Kemudian, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 14 Seruyan Hilir Anton S mengatakan agar semua tim dapat memaksimalkan pelatihan yang diterima dan agar terus menjalin komunikasi yang baik antara Perusahaan dengan BPBD, Kepolisian Sektor, dan Komando Rayon Militer. (*)

Komentar