Diskominfosantik Prov. Kalteng Melakukan Visitasi KIM Binaan diKabupaten Seruyan.

“Kita BUMDes berusaha hadir di masyarakat untuk mengakomodir yang mampu kita sediakan. Dan juga khusus untuk kegiatan-kegiatan umum keagamaan atau kematian, kita tidak menggunakan retribusi sewaan dan tidak dipungut biaya,” ucapnya.

Adi mengatakan saat ini BUMDes Pematang Panjang belum ada kendala yang signifikan. Namun dirinya menyebut, honorarium kepengurusan (karyawan) mengalami kendala dengan adanya PP No. 11 Tahun 2021. “Sekarang ini tidak ada acuan standar untuk honorariumnya,” imbuhnya.


Ia juga menjelaskan bahwa komoditi yang paling banyak di BUMDes Pematang Panjang adalah di bidang pertanian dan perkebunan. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan UMKM, salah satunya adalah UMKM yang memproduksi atau mengolah anyaman tikar. 

“Salah satu tujuan kita adalah bagaimana bisa mengakomodir SDM dari masyarakat, mereka yang membuat dan kita yang memasarkan,” jelasnya.

Adi menyebut, sejak adanya PPKM yang ketat di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya mengalami kesulitan dalam pendistribusian barang untuk dipasarkan ke luar daerah. Ia berharap ke depannya ada dukungan Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi dalam hal sinergitas untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.

Perlu diketahui, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Prov. Kalteng melakukan visitasi KIM binaan Kabupaten Seruyan. Pada kesempatan itu, rombongan Diskominfosantik Prov. Kalteng didampingi Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Seruyan dan Diskoperindag Kabupaten Seruyan melakukan kunjungan ke BUMDes Pematang Panjang.

Komentar