Korem 102/Pjg Gerakkan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar dengan Upaya Nyata


Palangka Raya MKnews- Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, kendati telah terjadi hujan namun secara sporadis masih terjadi. 

Akibat kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu lalu yang mendera begitu massif masyarakat Kalteng masih terasa. Korem 102/Pjg dan stake holder terkait bertekad untuk mencegah sejak dini, agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang. 

Upaya nyata yang dilakukan Korem 102/Pjg adalah sosialisasi dan praktek langsung pembuatan bios 44 untuk pelapukan kayu tebangan saat membuka lahan yang digelar di aula makorem 102/Pjg pada  hari Senin ( 28/10).

Hadir dalam  kegiatan tersebut antara lain Kasiter Rem 102/Pjg, para Kasi/Pasi Rem 102/Pjg, para Dan/Ka Balak Ajurem, pemateri atas nama  Sertu Adi Santoso dan Serda Sumartono dari Kodim 0406/Mura Korem 044/Gapo Kodam II/Sriwijaya,perwakilan dari BPTP, perwakilan dari BPBPK Kalteng, dan para prajurit dari Korem 102/Pjg, Yonif  R 631/Atg, Balak Ajurem.

Dalam kesempatan memberi arahan, Kasiter Korem 102/Pjg, Letkol Inf. Abd. Salim,  mewakili Danrem menyatakan,"Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi telah mendatangkan banyak kerugian dalam  beberapa aspek. Apapun motivasinya, membakar hutan dan lahan adalah kegiatan yang merugikan.  

Ada beberapa metode solusi pembukaan lahan tanpa bakar antara lain menggunakan metode penguraian simbukan, cuka kayu dan Bios 44. Dalam kesempatan ini akan diberikan materi bios 44. Perhatikan dengan seksama. 
Hal ini sangat berguna untuk serbuan teritorial",tandasnya.

Selanjutnya Sertu Adi Santoso selaku pemateri menyatakan," Bios 44 adalah merupakan cairan dari jenis perpaduan beberapa mikroorganisme yang disatukan berfungsi untuk memperkecil hingga menutupi rongga-rongga yang ada lahan gambut dalam tempo tertentu. Cairan tersebut membuat lahan gambut tidak akan mudah terbakar.
Ide awal munculnya Bios 44 adalah dalam rangka mencegah kebakaran pada lahan yang mudah terbakar terutama lahan gambut, dan selanjutnya berkembang digunakan untuk mengurai tanah tandus menjadi subur. Bios 44 ini sudah digunakan pada saat kegiatan TMMD di jajaran Korem 044/Garuda Dempo. Hasilnya sudah memberikan hal positif bagi masyarakat",tandasnya.

Selanjutnya pemateri menambahkan, gambaran singkat penggunaan Bios 44 ini adalah dengan menebang rumput atau gulma yang ada di kebun (Tidak di bakar) kemudian menyiramkan Bios 44 ini di atas hasil tebangan untuk mempercepat proses pembusukannya, proses tersebut selain menghindari pembakaran lahan, juga dapat membuat hasil pembusukan tersebut menjadi pupuk alami yang bisa membuat tanaman tumbuh subur secara alami.

Bios 44 ini bukan hanya digunakan untuk bidang pertanian, akan tetapi bisa juga di gunakan untuk bidang peternakan, yaitu dengan mencampurkan Bios 44 pada minuman ternak yg kita pelihara agar terhindar dari beberapa penyakit seperti cacing dan bisa meningkatkan nafsu makan hewan peliharaan tersebut. Kami juga sudah melaksanakan MOU dengan beberapa dinas yang terkait untuk pengembangan Bios 44 ini.

"Kami berharap Bios 44 ini bisa di gunakan dan berguna bagi masyarakat khususnya di Prov. Kalimantan Tengah ini. Setelah ini mari kita laksanakan praktek lapangan",tandasnya mantap.

Kegiatan soaialisasi ini, selain di Korem 102/Pjg juga dilaksanakan di Koramil 1016-01/ Pahandut yang diikuti masyarakat wilayah Koramil setempat.

Komentar