Kajari Menggeledah DLH dan BRG Terkait Isu Sumur Bor Fiktif



PALANGKA RAYA MKNews-Isu soal sumur bor fiktif di Kalimantan Tengah sudah
beredar sejak awal September 2019 seperti yang di katakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah.

Tudingan ini berawal dari permintaan Walhi agar keberadaan Badan Restorasi Gambut (BRG) yang dievaluasi, karena dianggap tak berkontribusi pada penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu Walhi juga menemukan tujuh sumur bor fiktif diKalteng oleh karena itu Badan Restorasi Gambut (BRG) harus bertanggungjawab atas proyek pembasahan gambut yang Didanai APBN tahun 2018 itu.

Mendengar tudingan Walhi yang di kutip media CNN-Indonesia
(13/9/2019) Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG Myrna A Safitri mengatakan, Kami telah melakukan kunjungan untuk memverifikasi ke lokasi sumur bor yang dimaksud pada 11 September 2019 yang hasilnya sumur bor fiktif itu bukan dibuat BRG dan tidak berada di lokasi kerja BRG.

Ada tujuh sumur bor fiktif ini terletak di Desa Henda, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng dan dari hasil kunjungan kami memverifikasi lokasi
sumur bor itu ternyata berada di luar titik BRG melainkan pembangunan sumur bor yang dikerjakan oleh lembaga pelaksana yaitu Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP), jelas Myrna.

Mendengar adanya laporan dan dugaan korupsi, Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Palangkaraya melakukan penyidikan dan melakukan penggeledahan di lingkup kantor pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Jum'at (20/9/2019)

Kajari Zet Tadung Allo, SH, MH., mengatakan, terkait dugaan tipikor pembangunan insfrastruktur untuk pembasahan lahan gambut oleh BRG melalui Dinas LH prov Kalteng th. 2017, 2018 dan 2019 Kantor Lingkungan Hidup Provinsi, Kantor Badan Restorasi Gambut atau Tim Restorasi Gambut Daerah Kalteng (TRGD), Gudang penyimpanan mesin sumur bor dan kelengkapannya.

Dalam proses penggeledahan kami berhasil melakukan penyitaan, berupa Dokumen2 , surat2 penting, regulasi LPJ, laporan keuangan, 2 unit HP, 15 unit Mesin pompa air dan kelengkapannya yg masih terbungkus rapi.jelas Zet

penggeledahan Selesai dilakukan sekitar jam 16.00 wib, berjalan lancar kondusif untuk laporan tertulis menyusul, ujar Zet mengakhiri berita ini. ( Didik )