Gubernur Sugiato Sabran Tak Kenal Lelah Membantu Mencari Korban Laka Hingga Ikut Evakuasi korban Keruang Mayat




Palangkaraya -MKNews- Telah terjadi Laka air wilayah Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.Senin,9-3-2020

Laka tersebut Tabrakan antara Long boat L300 milik Dinas Kehutanan dengan Kapal Speedboat TNI AD ( KMC RBB Den Bekang XII Tpr).
Mendengar laka tersebut Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Langsung menuju ke lokasi kereng bengkirai.

Bersama Tim SAR gabungan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ikut juga menyisir sungai sebangauh untuk mencari korban
Laka tersebut dengan Tampa ragu Gubernur Kalteng Sugianto juga ingin ikut terjun ke sungai Sebangau membantu pencarian korban yang belum ditemukan.

Dari jam 14 wib hingga-22.30 malam Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ikut serta mencari hingga semua korban ditemukan serta dievakuasi ke rumah sakit.

Usai dari kereng bengkirai,
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Langsung menuju Rumah Sakit untuk melihat keadaan korban yang selamat dari musibah laka Tersebut beliau juga menengok korban yang meninggal dunia pada kecelakaan speedboat.

Sebagian masyarakat sangat terharu melihat sosok seorang Pemimpin daerah yang mau serta tak mengenal lelah menanti hasil dari korban pakai air yang terjadi di sungai Sebangau.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran tiba di ruang jenazah RSUD Doris Sylvanus bersama rombongan yang membawa korban meninggal karena kecelaakan speedboad di Sungai Sebangau, Palangka Raya. Gubernur tiba sekitar pukul 21:15 WIB selepas dari lokasi kejadian.

"Alhamdulilah semuanya bisa ditemukan pukul 20:35 WIB. Lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Ada 7 orang meninggal, termasuk Dandim Kapuas," jelasnya, Senin malam, 9 Maret 2020.

Dia menyebut saat melakukan penyisiran jasad korban tidak ada kendala. Semuanya berjalan baik dan lancar.

"Tidak ada kendala, semuanya lancar logistik juga sudah kita siapkan semuanya siaga," imbuhnya.

Gubernur berharap jenazah yang terkahir diantar ini bisa secepatnya dibawa pulang ke rumah keluarga agar bisa disemayamkan (lulu)