Tolak Hasil Musdesus Kades Walur Di Laporkan Warganya


Muara Teweh, MKNews-Pemerintah melalui Menteri Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Akibat dampak penyebaran Virus Covid-19) di Indonesia telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari dari Dana Desa terhadap masyarakat terdampak Covid-19 mulai April hingga Juni Tahun 2020. Masing-masing mendapatkan Rp. 600 ribu selama 3 bulan.

Tapi lain halnya yang terjadi di Desa Walur, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara BLT-DD justru menjadi polemik di desa tersebut pasalnya sampai sekarang BLT-DD di Desa Walur belum juga di salurkan oleh Kades Sumai," kata Juliadi Warga Desa Walur kepada media ini Senin, 10/08/2020.

Lebih lanjut Juliadi menyampaikan berdasarkan hasil Musdesus pada tanggal 30 Juni 2020 di Desa Walur menetapkan data KK penerima BLT-DD yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan disyahkan oleh kepala Desa Walur Sumai sebanyak 142 KK," kata Juliadi.

Namun pada tanggal 20 Juli 2020 Kepala Desa Walur mengundang Ketua BPD Desa Walur untuk menolak hasil Musdesus yang telah disyahkan dengan alasan kelebihan kuota penerima BLT-DD. Pada tanggal 24 Juli 2020 BPD dan masyarakat Desa Walur mendatangi kantor camat Gunung Timang untuk menanyakan BLT-DD tersebut," ungkapnya.

Dan dikantor Camat Bapak sekcam mengatakan bahwa bahwa kades Walur tidak pernah menyampaikan hasil Musdesus kepada Camat, dan saat itu Sekcam meminta warga dan BPD menunggu pihak Kecamatan segera mengadakan pemanggilan terhadap Kades Walur terkait penolakan atas hasil Musdesus," jelas Juliadi.

Terakhir pada tanggal 3 Agustus 2020 kembali masyarakat mendatangi Kantor Camat Gunung Timang menanyakan Maslah BLT-DD tapi sayang kepala Desa tetap menolak hasil Musdesus dengan alasan melebihi kuota. Atas dasar penolakan Kepala Desa Walur sampai saat ini kami belum mendapatkan BLT-DD yang dikucurkan pemerintah akibat Covid-19," tegasnya.

Oleh sebab itu kami bersama-sama masyarakat melaporkan masalah ini kepada pihak kejaksaan Negeri Barito Utara dan Instansi terkait lainnya, agar segera menindaklanjuti permasalahan BLT-DD di Desa Walur ini," pungkasnya. Sampai berita ini diturunkan Kepala Desa Walur belum dapat dikonfirmasikan. (Led)