Dalam Orasinya Gubernur Sugianto Sabran Sebutkan Lebih 700 Izin Pertambangan Dia Cabut..

www.mediakaltengnews.com -Palangka Raya- Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran dan H Edy Pratowo telah melangsungkan Deklarasi tepatnya di Tugu Soekarno, Jalan S Parman, Kota Palangka Raya, Senin (17/09/2020).

(Sebagaimana kita ketahui, Tugu Soekarno yang berada di Jalan S Parman, Kota Palangka Raya, merupakan tempat diletakkannya tiang sebagai batu pertama pembangunan Kota Palangka Raya oleh Presiden Soekarno pada 17 Juli 1957).

Begitu antusiasnya ribuan simpatisan baik dari masyarakat kota palangka raya dan dari berbagai daerah kabupaten se- Kalteng mengikuti disetiap rangkaian acara deklarasi itu. tidak lepas, rombongan perwakilan 8 partai pengusung turut serta memeriahkan beserta tokoh adat dan tokoh agama.

Beberapa simpatisan dari kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Selatan yang sempat media ini wawancarai mengatakan," Pasangan Nusantara ini merupakan pigur yang layak diperjuangkan, karena khususnya petahana (Sugianto Sabran) sangat perhatian terhadap masyarakatnya, meskipun ditengah turunnya hujan mengiringi acara ini, tidak akan melunturkan semangat kami”.

Dalam orasinya, Sugianto Sabran menyampaikan, Pembangunan di Kalteng butuh dukungan dari semua elemen masyarakat, forkopimda, legislatif dan eksekutif. selama masa jabatannya sebagai Gubernurnur kalteng, pembangunan yang ia lakukan sekiranya ada kekurangannya, namun ia menyadari bahwa dirinya manusia biasa yang pasti ada kekurangannya. tetapi pada sisi lain, dia sampaikan pula keberhasilan yang dia raih selama dia memimpin yaitu mampu menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sebelumnya PAD belum pernah tersentuh hingga1 triliun, tetapi selama 4 tahun kepimimpinan saya PAD sudah mencapai 1 triliun 700 miliar”, ujarnya. 

Sedangkan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dia sampaikan pula, sebelumnya hanya 3 triliun 400 miliar sekarang lebih dari 5 triliun. adapun yang naiknya signifikan adalah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang sebelumnya 1 triliun 400 miliar kini lebih dari 7 triliun.

Dengan hasil pencapaian itu, Sugianto Sabran tidak sedikitpun menyalahkan Gubernur sebelumnya, tetapi dia beralasan karena semua itu adalah kelalaian Bupatinya. dia sampaikan pula terkait perizinan baik itu perkebunan kelapa sawit ataupun pertambangan bahwa selama dia memimpin tidak pernah memberikan izin tersebut, dan yang memberi izin tersebut adalah bupatinya.

“Perlu masyarakat ketahui, selama saya menjabat sebagai gubernur, lebih dari 700 izin pertambangan yang kami cabut pada tahun 2016-2017, sedangkan pada akhir masa jabatan kami ini ada 344 izin yang akan kami cabut sementara dan akan segera di tanda tangani PT SP”, bebernya.

Alasan Gubernur demikian supaya menjaga lingkungan hutan kalimantan tengah tidak rusak. (Drt-Red*).