Ini Cara Sugianto Sabran Tingkatkan PAD Dan Sejahterakan Petani Lokal

Palangka Raya- MKNews-Dalam Kunjungan Kerja Gubernur Kalimanatan Tengah (Kalyeng) H Sugianto Sabran beserta rombongan Terkait program Food Estate  di Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu, Kaupaten Pulang Pisau, Sabtu (12/09/2020).


Guberbur Kalteng menyampaikan, Program Food Estate merupakan gagasan dirinya yangmana sejak dia menjabat sebagai Gubernur Kalteng pada tahun 2016 hingga sekarang, kemudian pertamakalinya mengikuti rapat dengan Presiden Republik Indonesua pada bulan Februari 2017,  dari 34 gubernur yang ikut rapat, dialah yang pertamakalinya diminta memaparkan paparannya  di istana negara.
Dalam paparanya Gubernur mengatakan, Membicarakan tentang pembangunan infrastruktur Rel Kereta Api, Program food estate dan infrastruktur lainnya seperti pelabuhan yang ada di Batanjung (Kapuas). dijelaskannya Dia meminta dengan Presiden berupa program food estate ini.

“Terjadilah tanya jawab sekitar 1,5 jam waktu itu” ujarnya bercerita.


Dalam rapat tersebut kata Gubernur, dihadiri Menteri Tenaga kerja Republik Indonrsia (RI), Menteri PUPR RI, perwakilan Menteri Pertanian (Mentan) RI, lalu dia ditanya Wakil presiden, darimana saja  tenaga kerjanya dalam program food estate itu hingga membutuhkan sampai 300 ribu orang tenaga kerja, Dia menjawab TNI dan Polri ada,  kemudian tenaga lokal bisa digunakan.
“Itulah tugas saya selaku kepala daerah berpikir bukan untuk kalteng lagi, tapi untuk indonesia yakni membangun kalteng menuju indonesia yang lebih baik”, tuturnya.

Membangun kalteng dengan program food estate ini Gubernur berharap nantinya melewati pertanian terpadunya, disitu ada ternak, ada perikanan dan yang lainnya agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakatnya. dari hulu dan hilirnya akan dibangun disini, termasuk pelabuhannya yang ada di bahaur. kemudian akan di lihat nanti pelabuhan Desa Tanjung Perawan apakah dibuat sebagai pelabuhan utama di kalteng.

“Dengan Perencanaan ini, nantinya seluruh eksport kita akan tercatat di pelabuahan kita sendiri, tidak lagi tercatat lewat Banjar Masin (Kalsel) tidak lagi tercatat di sumatera”, katanya.

Menurut Gubernur Kalteng, sebagai kepala daerah dia ingin pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat hingga bermartabat dimata luar daerah, oleh karenanya seperti Daerah Aliran Sungai (DAS) komuniti Barito kita sangat besar, Batu Bara kita puluhan juta, kedepan mencapai ratusan juta pertahun, tapi keluarnya masih lewat pelabuhan Banjar Masin sehingga  kita membayar "P" di Banjar Masin, nah "P" nya itu masuk ke kalsel bukan ke kalteng.

“Nantinya akan kita keruk Sungai Kapuas Murung, supaya pelabuhan batanjungnya berfungsi, jadi komoditi kita berfungsi keluar lewat laut kita sendiri tidak lagi dari laut orang lain dan PADnya juga masuk ke kalteng”, tandasnya. (Drt)