Pembudidayaan Ikan di Masa Pandemi Covid-19, Cenderung Menurun Dari Segi Pemasaran

KUALA KAPUAS, MKNews- - Pembudidayaan ikan di masa Pandemi Covid-19 cenderung menurun, baik dari segi pemasaran maupun pengiriman ke luar kota. Hal ini berbeda dengan sebelum adanya Pandemi yang mana para pembeli biasanya membeli dengan jumlah banyak namun sekarang terkendala dikarenakan terhalang oleh aturan-aturan Pemerintah selama pandemi.

Seperti apa yang di sampaikan salah satu pengelola perikanan Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam bernama Kurnain, Selasa (8/9/2020) yang mengatakan bibit ikan yang di budidaya di Ponpes Babussalam ini dulunya membeli dari luar dan sekarang mereka mencoba untuk membudidayakan bibit ikan itu sendiri.

Kemudian untuk harga ikan sebelum dan sesudah Pandemi masih sama mulai dari Rp 15 ribu perkilo untuk ikan Patin, sedangkan untuk pembelian ikan sendiri bisa langsung datang ke Ponpes Babussalam dan bisa juga diantar langsung.

“Biasanya kami enam bulan sampai tujuh bulan sekali panen dan untuk keuntungan dalam membudidayakan ini cukup bervariasi tergantung harga dan ukuran ikan tersebut” ucapnya.

Ia juga berharap kepada Pemerintah agar pemasaran ikan ini lebih ditingkatkan demi mengatur hasil dari budidaya ikan supaya bisa dimaksimalkan dikarenakan sumber daya budidaya ini cukup besar khususnya di Kabupaten Kapuas.

“Saya berharap Pemerintah Kapuas dapat mendukung budidaya ikan ini agar dapat dipasarkan, baik didalam maupun diluar daerah sehingga harga jual bisa lebih naik.” ungkap Kurnain.

Untuk budidaya ikan ini sudah dimulai dari tahun 2013 dan menerima bantuan dari Pemerintah mulai dari tahun  2017 dengan ikan yang di budidayakan diantaranya adalah ikan Patin, ikan Nila, ikan Lele dan ikan Papuyu.