Disperindag Prov Kalteng Menggelar Bimtek Diversifikasi Produk Limbah Kayu IKM..


www.mediakaltengnews.com - Palangka Raya - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov Kalteng) menggelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Produk Limbah Kayu Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang terkena dampak Covid-19 selama 4 hari sejak tanggal 1 sampai dengan 4 September 2020. Acara pembukaan Bimtek berlangsung di Aula Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (01/09/2020).

Turut hadir Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kemenkumham Palangka Raya Cahyani Suryandari, Manager operasional BRI cabang Palangka Raya Sugeng Prayitno, instruktur dan praktisi meubel kayu dari Sentra IKM Kayu Temanggung Tilung Palangka Raya Hendra Lewisbeserta pejabat eselon 3 dan 4 lingkup Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Kalteng.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov Kalteng Aster Bonawaty menyampaikan dalam sambutannya, Bimtek ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan IKM khususnya dalam mengolah produk limbah kayu. Selain itu juga diharapkan dapat membentuk usaha baru di tengah Covid-19 dan juga mendorong produktivitas IKM di tengah Covid-19.

Bimtek kali ini juga katanya untuk melatih para pelaku IKM khususnya yang bergerak dalam bidang pengolahan kerajinan kayu untuk menghasilkan produk yang dapat membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 seperti wadah cuci tangan (wastafel), tempat sampah dan wadah tisu yang terbuat dari limbah kayu. 

Selain itu, untuk menghadapi new normal, Aster Bonawaty sebutkan, IKM dituntut untuk menyesuaikan keadaan dengan menjadi lebih kreatif, lebih cerdas memanfaatkan peluang dalam memanfaatkan potensi keunggulan di daerahnya dalam memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal, daerah maupun nasional.

“Diharapkan untuk semua IKM baik yang lama maupun yang baru berkecimpung di bidang kerajinan/pengolahan kayu dapat merasakan manfaatnya karena Bimtek ini akan menambah pengetahuan dan keterampilan bagi peserta. Dengan berkumpulnya para IKM bidang yang sama khususnya dapat membentuk paguyuban sebagai wadah untuk sharing dan saling caring atau bantu membantu”,ucap Aster Bonawaty.


Aster Bonawaty berharap, produk limbah kayu tersebut nantinya dapat dibagikan secara gratis ke masyarakat sebagai bentuk kepedulian dalam menghadapi Covid-19. Diharapkan juga kepada para pelaku IKM, setelah mengikuti bimtek ini dapat segera mempraktekkan dan mengembangkan hasil dari produk tersebut menjadi usaha yang bermanfaat.