Sebagai Tracer Covid-19, Babinsa Koramil 101-03/Teweh Tengah Terjun Ke Posko Terpadu PPKM

Muara Teweh –MKNews- Koramil 1013-03/Teweh Tengah mengimplementasikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di posko terpadu Pelabuhan Speed Jl.Panglima Batur RT.09 Kelurahan Melayu, kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, pada Sabtu (13/02/21).

Kegiatan yang dipimpin oleh Danramil 1013-03/Teweh Tengah Lettu Inf M.Guntur beserta Babinsa Ramil 03/T.Tengah ini mengacu pada PPKM skala mikro kepada masyarakat yang datang/berangkat melalui pelabuhan speed.

Beberapa tugas operasional Babinsa dalam PPKM sekala mikro yaitu  melakukan pencatatan data kasus serta pelaksanaan 3T di wilayahnya, melaporkan secara berkala pada posko, melaksanakan monitoring, peneguran dan disiplin protkes dan membantu pendistribusian logistik pendukung (masker, bansos, dsb).

Adapun tugas Babinsa selaku Tracer diantaranya melakukan deteksi kasus baru Covid-19, melakukan pelacakan kontak erat dari laporan kasus informasi maupun dari kasus probable dan suspek, melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan atau desa, RT/RW, satgas Covid-19 dan pemerintah daerah  terkait dalam rangka persiapan pelacakan kontak erat, menyiapkan kebutuhan logistik bagi kontak erat dan keluarga yang bersumber dari puskesmas, Dinkes, mengidentifikasi kasus suspek dari semua kontak erat. Terkait hal tersebut, tempat yang menjadi sasaran saat ini  adalah RT.10, 29 dan 30 kelurahan Lanjas.

Ada beberapa langkah-langkah Babinsa dalam PPKM pada masa penyeketan ini yaitu, menempatkan tanda-tanda dilarang masuk di tempat-tempat yang menjadi pelintasan warga, melaksanakan pengecekan suhu tubuh dan surat keterangan Covid-19 di cek point dan tempat-tempat yang telah ditentukan, mengatur giliran jaga warga di cek point sehingga dapat diawasi selama 24 jam danmengatur buka tutup dan keluar masuk warga ke wilayahnya selama dalam penyekatan.

Danramil 03/Teweh Tengah, Lettu Inf M. Guntur mengatakan,”Pencegahan penyebaran Covid-19 dengan memperkuat komunikasi publik tentang protokol kesehatan secara mikro. Karena satuan terkecilnya lewat RT, maka gerakan door to door untuk menjelaskan protokol kesehataan ini sangat diperlukan. Posko juga berperan aktif dalam melakukan sosialisasi protokol kesehatan, serta memiliki peranan dalam melakukan tracking (pelacakan) dan tracing (penelusuran),” ujarnya.

Komentar