Indonesia Membutuhkan Pertumbuhan 6% Untuk Menjadi Negara Maju Sebelum 2045

Jakarta MkNews-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional mengatakan tahun 2022 diharapkan menjadi tahun pertama bagi Indonesia mulai lepas dari tekanan pandemi Covid-19 dan merupakan tahun kunci bagi pemantapan pemulihan ekonomi. 

Hal ini disampaikan dalam Sesi I Musrenbangnas, yang merupakan pembukaan dan pengarahan oleh Pesiden RI di Istana Negara, dalam kesempatan ini Menteri menghadiri dan memberikan Laporan Rancangan RKP 2022 serta laporan pelaksaan Rapat Koordinasi Gubernur dan Musrenbangprov 2021.

Indonesia membutuhkan pertumbuhan rata-rata sebesar 6 persen untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan lepas dari middle income trap sebelum tahun 2045. 

Dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi tersebut, tantangan Indonesia tidak saja Pemulihan Ekonomi Nasional, namun juga Transformasi Ekonomi dalam jangka menengah dan panjang yang harus dilakukan dari sekarang. 

“Transformasi Ekonomi ini dilakukan melalui 2 strategi utama, yaitu mengubah struktur perekonomian dari _lower productivity to higher productivity sectors_ dan meningkatkan produktivitas di masing-masing sektor,” ujar Menteri.

Menteri menyampaikan, RKP Tahun 2022 mengusung tema Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural. Dan dalam mewujudkan tema tersebut, RKP tahun 2022 didukung oleh 7 Prioritas Nasional.

Pemulihan ekonomi, didukung oleh berjalannya reformasi struktural yang meliputi: reformasi sistem kesehatan nasional, reformasi sistem perlindungan sosial, serta reformasi pendidikan dan keterampilan. Pemulihan ekonomi dilakukan melalui 2 strategi utama, yaitu pemulihan daya beli dan usaha serta diversifikasi ekonomi. 

Selain menyampaikan tema RKP tahun 2022, Menteri juga menyampaikan bahwa Kementerian PPN/Bappenas kembali mengadakan penghargaan pembangunan daerah kepada Pemerintah Daerah dengan perencanaan, pencapaian dan inovasi pembangunan terbaik.

Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2021 diberikan kepada 3 provinsi terbaik, 3 kabupaten terbaik dan 3 kota terbaik, serta penghargaan khusus bagi daerah dengan inovasi pembiayaan alternatif untuk penyediaan infrastruktur pelayanan dasar, dan penghargaan Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon.  

Tiga Provinsi terbaik dimenangkan oleh Provinsi Bengkulu, Jawa Barat dan Sumatera Barat, sementara Itu tiga Kabupaten terbaik dimenangkan oleh Hulu Sungai Selatan, Banggai, dan Kabupaten Bangka. Dan untuk kategori 3 kota terbaik dimenangkan oleh Kota Bandung, Padang dan  Semarang. 

Selasa, 4 Mei 2021
*Tim Komunikasi Publik*
Sumber:Kementerian PPN/Bappenas

Komentar