Enam Kabupaten Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

Kalteng  -MkNews-Sebagaimana diketahui, intensitas curah hujan yang meningkat sejak 21 Agustus 2021 telah menyebabkan banjir di 11 Kabupaten/Kota yaitu Lamandau, Kotawaringin Barat, Sukamara, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Pulang Pisau, Barito Utara, Murung Raya dan Palangka Raya. 

Sementara itu 6 kabupaten telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir yaitu Kotawaringin Barat, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau dan Gunung Mas. 

Sedangkan status siaga darurat ditetapkan oleh Kabupaten Pulang Pisau. Bencana banjir telah menyebabkan 29.855 KK dengan 57.117 jiwa terdampak, dan yang terparah di Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur dan Seruyan.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng telah mulai menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Kotawaringin Timur dan Katingan, mulai Senin (6/9/2021) lalu.

Selanjutnya bantuan akan disalurkan ke Seruyan dan kabupaten lainnya sesuai perkembangan di lapangan. Dukungan Pemprov Kalteng tahap berikutnya akan diwujudkan dalam bentuk makanan siap saji, peningkatan jumlah dapur umum, bantuan sembako, layanan kesehatan dan kebutuhan lainnya.

 Tenaga kesehatan juga telah berada di 3 Kabupatan yakni Katingan, Kotawaringin Timur dan Seruyan. “Kami sudah tugaskan mereka hingga pasca banjir ditangani. Biasanya pasca banjir ada penyakit seperti kolera, demam berdarah, dll. Jadi ini harus kita layani dengan baik,” ungkap Gubernur.

 Khusus untuk Katingan, Gubernur menekankan di 5 kecamatan yang parah akan ditugaskan koordinator lapangan dari pejabat eselon II Pemprov Kalteng didampingi pejabat dan tim dari masing-masing organisasi perangkat daerah. 

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna menghindari cluster COVID-19 selama membantu di lapangan. “Biarpun kita membantu, tetapi kita juga harus menjaga diri kita karena kita punya keluarga di rumah dan menjaga orang banyak. 

Kepada tim yang akan berangkat saya berpesan, agar jangan sampai membuat sulit masyarakat di sana. Mereka sudah dalam keadaan sulit jadi kita urus diri kita sendiri, justru kita membuka dapur umum untuk membantu mereka,” tegas Gubernur.

Di samping itu Gubernur pun meyakinkan bahwa bantuan yang diberikan secara bertahap akan diawasi dan dipantau dengan melibatkan BPK dan BPKP, agar tidak berdampak hukum ke depannya.

 “Kita awasi bersama jangan ada bantuan yang menumpuk di Kecamatan atau di Desa, bantuan itu harus dibagikan agar tidak menjadi stock dan ujung-ujungnya menjadi busuk. Saya mohon bantuan kepada TNI/Polri untuk mengawasi bersama-sama,” ujar Gubernur. 

Apel diikuti oleh sejumlah relawan, organisasi masyarakat serta anggota TNI/Polri. Tampak hadir pula Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, Pj. Sekda Nuryakin, unsur Forkopimda Kalteng serta kepala perangkat daerah terkait.()

Komentar