Rem Blong, Mobil Tabrak Empat Kendaraan di Jalan Ahmad Yani Samarinda, Satu Pemotor Tewas

Samarinda - MKNews -Kecelakaan beruntun terjadi di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Rabu (27/7/22) pukul 07.17 WITA. Satu pengendara motor tewas setelah terseret mobil yang mengalami rem blong.

Kecelakaan berawal saat kendaraan roda empat merek Chevrolet KT 1890 ZI warna merah marun, yang dikemudikan Sumartini (50), tiba-tiba melaju kencang dan langsung menghantam kendaraan lain yang ada di depannya.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, jika kendaraan roda empat yang dikemudikan wanita tersebut, datang dari arah Muara Badak, Kutai Kartanegara. Kemudian, setibanya di simpangan Alaya, mobil berbelok ke kiri melewati Jl Alaya dan saat di turunan traffic light  menuju Jl Ahmad Yani, tiba-tiba mobil kehilangan kendali, akibat rem blong, dan saat itu langsung menyerempet sebuah truk, dua mobil serta satu pengendara sepeda motor.

"Kondisi mobil baik saja kok, tapi memang berasa agak berat pas naik tanjakan, terus pas turunan saya rem gak bisa, blong," tutur wanita yang masih keadaan syok tersebut.

Saat kejadian, Sumartini bersama seorang cucunya yang masih balita.

"Saya lihat ke belakang, itu ada mobil merah laju. Sempat menabrak truk, terus saya langsung banting setir ke kiri untuk menghindar, dan tetap terserempet, tetapi alhamdulillah saya tidak apa-apa," ungkap salah satu korban, Reni (35). Kepada @mediakaltengnews

Pasca menabrak satu truk dan dua mobil, terkahir menghantam satu pengendara motor hingga akhirnya mobil menabrak median tengah jalan dan terbalik. Kemudian, warga sekitar pun langsung menyelamatkan seorang anak kecil yang terlempar dari dalam mobil tersebut.

Nahasnya, pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya itu tewas akibat luka berat di kepala.

Untuk jenazah korban pun langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS).

Polisi telah melakukan  olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi di lapangan. (Fdl) 

Komentar