Tarian Kolosal "Prahara Akhir Zaman" Memukau Ribuan Warga pada Pembukaan MTQH-FSQ XIX Seruyan
Kuala Pembuang, MKNews — Pertunjukan tarian kolosal spektakuler bertajuk "Prahara Akhir Zaman" sukses memukau ribuan warga yang memadati halaman Islamic Center Kuala Pembuang pada Kamis (6/8/2026) malam. Pergelaran seni yang melibatkan 150 pelajar ini digelar sebagai penanda dimulainya Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis serta Festival Seni Qasidah (MTQH-FSQ) XIX Kabupaten Seruyan, sekaligus menyemarakkan HUT ke-24 Kabupaten Seruyan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema "Mengambil Teladan Zulkarnain, Membangun Benteng Iman, Menepis Prahara Akhir Zaman", karya seni ini menyampaikan pesan moral mendalam tentang pentingnya memperkuat akidah generasi muda di era modern. Pertunjukan yang digarap bersama tim produksi dan Colourguard PDBI Seruyan tersebut dikemas dalam tujuh babak, menggambarkan pertarungan antara keimanan dan keterpurukan moral.
Inspirasi utama lakon ini disadur dari kisah Nabi Zulkarnain dalam Al-Qur'an saat membangun tembok kokoh untuk menahan Yakjuj dan Makjuj. Dalam konteks pertunjukan, Yakjuj dan Makjuj divisualisasikan sebagai simbol kerakusan, kebencian, dan kekacauan zaman yang harus ditangkal dengan benteng ketakwaan.
Daya tarik utama pergelaran ini terletak pada penampilan apik para pelajar lintas jenjang pendidikan di Kuala Pembuang. Melalui latihan intensif selama dua bulan, para siswa dari SDN 1 Kuala Pembuang I, SDN 2 Kuala Pembuang II, SDN 3 Kuala Pembuang I, SMPN 1 Kuala Pembuang, SMPN 2 Kuala Pembuang, SMP Asseruyanniyah, hingga SMAN 1 Kuala Pembuang tampil solid di atas panggung.
Tak hanya menyuguhkan nilai artistik dan edukatif, pertunjukan ini turut berdampak pada sektor ekonomi lokal. Seluruh pementasan memanfaatkan properti pendukung—seperti maket tembok baja, perisai, dan atribut panggung—yang diproduksi langsung oleh para pelaku UMKM setempat.
Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, yang membuka acara secara resmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para penampil dan tim kreatif.
"Ini bukan sekadar tarian. Ini dakwah. Di tengah derasnya arus global, kita butuh benteng iman seperti Zulkarnain. Semoga anak-anak kita terjaga dari prahara akhir zaman," tutur Ahmad Selanorwanda.
Suasana khidmat mencapai puncaknya pada babak penutup ketika visual "tembok iman" berdiri kokoh di panggung utama. Efek tata cahaya yang membentuk lafaz Allah berpadu dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an menyempurnakan malam pembukaan MTQH-FSQ XIX Kabupaten Seruyan diiringi tepuk tangan gemuruh dari para pengunjung.(Ms)