Pangkas Potensi Karhutla, Pemkab Seruyan dan Kodim 1015/Spt Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan
Kegiatan yang diinisiasi Kodim 1015/Sampit bekerja sama dengan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Satgas Karhutla Brigjen TNI (Mar) Citro Subono, Wakil Komandan Satgas Karhutla Laksamana Pertama TNI Bambang Eko Wasito beserta tim, Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo, Plh. Sekretaris Daerah Seruyan Bahrun Abbas, jajaran Forkopimda, serta ratusan pelajar.
Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satgas Karhutla dan jajaran TNI atas perhatian besar terhadap penanganan karhutla di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa sebagian besar kasus kebakaran lahan terjadi akibat faktor kesengajaan oknum tidak bertanggung jawab.
"Masalah karhutla bukan hanya tanggung jawab Pemda, TNI, atau Polri saja, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kebakaran lahan ini mayoritas terjadi karena unsur kesengajaan manusia, bukan murni alam," tegas Supian di hadapan peserta sosialisasi.
Meski status Kabupaten Seruyan saat ini masih berada pada tingkat Siaga Darurat, Supian mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah agar kondisi tidak memburuk menjadi Tanggap Darurat. Secara khusus, Pemkab Seruyan mendorong pelajar ambil bagian melalui tiga langkah konkret yaitu;
Edukasi Keluarga: Mengingatkan orang tua dan lingkungan sekitar agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
PalangkaRaya
Kewaspadaan Lingkungan: Mengelola sampah rumah tangga secara bijak dan tidak membakar sampah sembarangan di musim kemarau.
Respon Cepat: Segera melaporkan titik api yang ditemukan kepada aparat desa, kecamatan, atau petugas pemadam kebakaran, serta tidak menjadikannya bahan permainan.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Satgas Karhutla Brigjen TNI (Mar) Citro Subono menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menghadapi persoalan karhutla yang terus berulang setiap tahun.
“Secanggih apa pun peralatan yang diturunkan, apabila Pola pikir masyarakat tidak berubah, masalah ini tidak akan teratasi secara permanen. Edukasi kepada generasi muda sangat krusial karena mereka yang akan melanjutkan estafet pembangunan dan menjaga kelestarian lingkungan,” Tegas Citro.(Ms)

