Puncak Kemarau Panjang, Pemkab Seruyan Perkuat Sinergi lintas sektor Mencegah Karhutla
Palangka Raya, MKNews – Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah ini menjadi krusial mengingat puncak musim kemarau di Kalimantan Tengah diprediksi berlangsung hingga awal November 2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., dalam Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah. Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran ini berlangsung di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (3/9/2026).
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan aksi pemadaman di lapangan. Menurutnya, penanganan dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat juga harus menjadi prioritas utama.
Ia juga menjelaskan penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan, ketahanan, konsistensi, serta kerja sama seluruh unsur. Upaya yang dilakukan tidak hanya pemadaman dan pengendalian, tetapi juga penanganan dampak yang dirasakan masyarakat, termasuk menjamin ketersediaan air bersih.
Pertemuan strategis yang dihadiri jajaran Forkopimda Kalteng serta Bupati/Wali Kota se-Kalteng ini juga diwarnai dengan penandatanganan Maklumat Bersama. Langkah ini menjadi simbol kesepakatan kolektif dalam memperketat pengawasan dan aksi pencegahan Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
Merespons arahan tersebut, Pemkab Seruyan menyatakan kesiapan untuk memperketat koordinasi dengan TNI/Polri, pihak swasta, hingga masyarakat. Sinergi ini dinilai penting untuk mempercepat respons terhadap potensi munculnya titik api (hotspot).
Sinergi lintas sektor sangat penting agar pencegahan dilakukan sejak dini dan respons titik api lebih cepat, sehingga dampak terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas warga dapat ditekan seminimal mungkin,
Pemkab Seruyan juga menghimbau seluruh elemen masyarakat Seruyan untuk aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan selama masa kritis musim kemarau.
Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kepedulian serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.(Ms)