Ribuan Warga Unjuk Rasa Tuntut Plasma 20 Persen PT BAP, Kapolres Seruyan Komitmen Kawal Proses Penyelesaian Polemik ini Hingga Tuntas.

Kuala Pembuang, MKNews— Eskalasi Tuntutan hak kebun plasma masyarakat sebesar 20 persen terhadap PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) memuncak. Sebanyak 3.410 warga yang berasal dari 10 desa di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar aksi penyampaian aspirasi secara masif pada Sabtu (5/9/2026). Meski melibatkan ribuan massa, aksi tersebut berlangsung damai dan kondusif.

Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi turun langsung ke tengah kerumunan massa untuk berdialog. Beddy mengapresiasi kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tanpa mengabaikan ketertiban umum.

"Saya sangat senang melihat masyarakat saya bahagia dan begitu bersemangat dalam kegiatan aksi demo damai ini. Semoga apa yang diinginkan dan diharapkan dapat terlaksana sesuai harapan bersama," ujar Beddy di hadapan peserta aksi, Sabtu (5/9/2026).

Ia menegaskan komitmen kepolisian untuk mengawal proses penyelesaian polemik ini hingga tuntas. Pengawalan tidak hanya berfokus pada jaminan keamanan, melainkan juga mendorong lahirnya solusi konkret dari pihak investor.

Langkah responsif telah dilakukan pihak kepolisian bersama legislatif. Pada Jumat (4/9/2026) malam pukul 20.00 WIB, Beddy bersama Ketua DPRD Kabupaten Seruyan menggelar rapat koordinasi darurat dengan manajemen PT BAP yang didampingi jajaran Satintelkam Polres Seruyan.

Dalam rapat tersebut, jajaran Forkopimda menekan manajemen pusat PT BAP di Jakarta agar segera merealisasikan kewajiban plasma yang dituntut warga.

"Saya langsung mengutarakan kondisi riil di lapangan kepada manajemen pusat di Jakarta. Kami bersama Ketua DPRD menekan pihak perusahaan agar segera mengambil tindakan nyata," tegas Beddy.

Ia juga menegaskan netralitas Polri dalam menangani polemik perkebunan sawit ini. "Semua ini demi masyarakat, agar hak mereka diberikan. Saya tegaskan, saya tidak ada kepentingan dengan pihak perusahaan," lanjutnya.

Hasil dari koordinasi maraton tersebut menghasilkan kesepakatan awal. Pimpinan pusat PT BAP dijadwalkan hadir langsung untuk bernegosiasi dengan perwakilan warga di Sampit pada Rabu (9/9/2026).

Pertemuan mendatang akan melibatkan unsur kepala desa, Ketua BPD, pengurus koperasi, serta tiga perwakilan warga dari tiap-tiap desa terdampak. Pihak kepolisian mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) hingga agenda mediasi tersebut membuahkan hasil nyata.(Ms)
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url