Media Kalteng News

mknews'
Home » » UNEP dan PBB Melakukan Kunjungan dan Penelitian Tanaman Sagu dan Galam di Desa Budi Mufakat.

UNEP dan PBB Melakukan Kunjungan dan Penelitian Tanaman Sagu dan Galam di Desa Budi Mufakat.

Written By mediakaltengnews.redaksi@gmail.com on Selasa, 22 Oktober 2019 | Oktober 22, 2019


Kuala Kapuas
, MKNews - Desa Budi Mufakat Kecamatan Betaguh Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah mendapatkan Kunjungan dan penelitian dari United Nations Environment Program dan Perserikatan Bangsa - Bangsa untuk lingkungan hidup mengenai tanaman sagu dan galam pada hari Selasa (22/10) pagi.

Penasehat Senior dari United Nations Environment Program ( UNEP ) Perserikatan Bangsa - Bangsa ( PBB )untuk Lingkungan Hidup Johan Kieft mengatakan, ini merupakan kunjungan awal saya ke Desa Budi Mufakat untuk proyek kemitraan PBB untuk lingkungan hidup mengenai penelitian tanaman sagu dan Galam dan pengolahannya.

Dewi Rizki dari kemitraan PBB menambahkan, kami kesini untuk melakukan kajian awal mengenai sumber daya yang bisa dikembangkan didesa Budi Mufakat.

Tadi kita sudah melihat tanaman sagu dan galam dan kita harus membuat rantai perekonomian itu bergerak dan melihat seperti apakah yang masyarakat kerjakan serta membandingkan pasaran yang ada di Vietnam yang memiliki sagu dan galam, ucap Dewi

"Saya melihat Desa Budi Mufakat ini memiliki potensi dan sumber daya yang besar tinggal mengembangkan pengolahannya saja pada tanaman sagu dan galam", menurut Dewi.

Ditempat dan waktu yang sama Kepala Desa Budi Mufakat menanggapi atas kunjungan ini mengatakan, kami mendapat kunjungan untuk penelitian dan mengkaji mengenai tanaman sagu dan galam serta bagaimana cara pengolahannya agar bisa meningkatkan perekonomian dan mengola lapangan kerja untuk masyarakat Desa Budi Mufakat ini sangat perlukan dan harapkan.

Kami selaku Pemerintah Desa ( Pemdes ) berharap kepada pihak terkait agar bisa meningkatkan harga galam di pasaran karena harga di Desa ini sangat murah sehingga tidak bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan tidak seimbang dengan harga di kota - kota besar.

Untuk pengolahan tanaman sagu ini kami berharap adanya bantuan mesin karena selama ini masyarakat kami hanya menggunakan tenaga manual  dalam pengolahannya.

"Semoga dengan adanya penelitian ini, bisa terwujud apa yang menjadi tujuan utama dari pihak UNEP dan PBB untuk lingkungan hidup demi meningkatkan perekonomian Warga Budi Mufakat", Demikian Hendra. ( Didik )
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Kodim 1011/Klk dan Pihak terkait siapkan Pos dukung penerapan PSBB"

KAPUAS- MKNews-Kodim 1011/Klk, Polres Kapuas serta Dinas Terkait menempatkan anggotanya di masing-masing Pos PSBB sebelum pelaksanaan PSBB K...

Postingan Populer

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Media Kalteng News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Om Iday
Proudly powered by MKNews