Mukhtarudin Politisi Golkar : Mafia Gula Bermain Ditengah Covid-19



JAKARTA -Mknews- Politisi dari partai Golkar Mukhtarudin, menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) merasa kesal, pasalnya penanganan komoditas gula dilapangan masih langka bahkan dengan harga pasaran Rp. 17.000,00. itulah membuat presiden Jokowi menjadi curiga, jikalau dibalik semua itu adanya mafia pangan bermain.

Dikatakan Mukhtarudin, sebelumnya Presiden RI menginstruksikan jajarannya mencari penyebab bahan pangan seperti gula dan bawang hingga sekarang harganya tak kunjung turun. Dirinya curiga ada yang mengambil keuntungan dari dua bahan pokok tersebut.

“Saya ingin ini dilihat masalahnya di mana, apakah masalah distribusi atau stoknya kurang atau ada yang sengaja permainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar,” tuturnya Mukhtarudin menyampaikan ucapan Presiden Jokowi, Sabtu (16/5/2020).

Menurut Legislator asal Kalimantan Tengah ini, Kalau dirinya tidak merasa curiga lagi, tapi ia meyakini memang sudah ada permainan dan ada mafia pangan (gula) yang bermain.

“Saya kuat Menduga Permain besar gula di Indonesia sejak dulu itu - itu saja orangnya” Beber Mukhtaruddin.

Dikatakannya pula, tentu sangat mudah kalau mau ditertibkan. artinya mafia pangan dari dulu dikuasai oleh mereka dengan gelar 7 samurai. namun ia merasa heran, aneh dan ajaib saja, padahal sudah ratas berkali kali tapi belum menemukan penyebabnya,” tambahnya.

Melihat keadaan sedemikian rupa, Mukhtarudin yang merupakan anggota dari fraksi Partai Golkar ini merasa terpanggil untuk membantu Presiden Jokowi yang selalu menjadi sasaran tembak elit politik.

“Hal ini juga kuat didugaan saya adanya dari permainan anak buah (instansi teknis terkait) di lapangan” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar Presiden Jokowi segera mengevaluasi kinerja semua pejabat teknis yang terkait pangan.

“Beri mereka peringatan dan deadline untuk menstabilkankan harga pangan khususnya gula” tegasnya.

Selain itu Muhkharudin meminta presiden Jokowi agar dalam pengawasan komoditas gula ini lebih diperketat dan memberikan hukuman berat pada pemain yang terbukti sengaja melakukan penimbunan.


“Satgas pangan agar bekerja maksimal dan kasih target waktu. Mereka tidak boleh lemah menghadapi para mafia pangan ini” terangnya.

Selain memberikan saran, Muktarudin juga memberikan solusi agar pengawasan Satgas pangan harus kerja maksimal, misalnya melakukan sidak terhadap sejumlah industri dan distributor pangan.

“Jadi awasi dengan ketat jalur distribusinya, dan operasi pasar” imbuhnya.

Pada sisi lain Mukhtarudin mengakui bahwa sangat mendukung langkah-langkah yang sudah diambil oleh Presiden dan Kemeko perekonomian untuk mengatasi masalah stabilisasi harga pangan khususnya gula ini.

“Saya minta betul-betul dicek di lapangan, dikontrol, sehingga harga semuanya bisa terkendali dan masyarakat bisa naikkan daya belinya” ucapnya. (Red/Drt)