Dandim 1015/Spt Hadiri Apel Kesiapsiagaan Karhutla


Sampit - MKNews-Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Czi Ahmad Safari menghadiri Apel Kesiapsiagaan Posko Terpadu Siaga Bencana Karhutla dan perlengkapan penanggulangan bencana alam yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim bertempat dihalaman kantor BPBD kotim Jl.Sudirman Km.6,8 Kelurahan MB Hilir Kecamatan MB Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah

Apel yang digelar Selasa (30/6/2020) pukul 08.15 WIB ini, Apel Kesiapsiagaan Posko Terpadu Siaga Bencana Karhutla dipimpin oleh Bupati Kabupaten Kotim yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Kotim, Dandim 1015/Spt, Kapolres Kotim (diwakili Kabagops), Kadis BPBD Kabupaten Kotim, Kadis Damkar Kabupaten Kotim beserta Kadis BASARNAS. 


Apel Kesiapsiagaan bencana tersebut dilakukan untuk mengecek persiapan personel maupun peralatan mulai dari BPBD, TNI, Polri serta pihak terkait lainnya dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan pada mudik kemarau

“Apel siaga ini digelar untuk mengecek sejauh mana kesiapan personel maupun peralatan dalam menghadapi bencana alam yang bisa saja terjadi kapanpun, kita juga mengajak pihak swasta untuk bersiap dalam menghadapi semua kondisi yang ada”, ujar Letkol Czi Ahmad Safari

Letkol Czi Ahmad Safari menambahkan, bahwa setiap menghadapi perubahan cuaca, pihaknya sudah menyiapkan personel serta melakukan pemetaan terhadap daerah rawan bencana alam, termasuk melaksanakan operasi bantuan kepada Pemda dalam penanggulangan bencan alam yang terjadi di wilayahnya

“Personel TNI juga siaga bencana termasuk seluruh Koramil jajaran Kodim 1015/Spt harapan TNI dengan Kemanunggalannya dengan Rakyat, bisa meringankan dan mengantisipasi terjadi bencana alam, kita juga siap melaksanakan operasi bantuan dalam penanggulangan bencan alam, termasuk ada beberapa peralatan yang bisa digunakan juga siap diterjunkan”, terang Dandim 1015/Spt

Dandim 1015/Spt juga menghimbau kepada masyarakat yang akan membuka lahan pertanian dan perkebunan untuk tidak membakar. “Babinsa juga dilibatkan mensosialisasikan agar masyarakat tidak membakar lahan untuk membuat lahan baru”, kata Letkol Czi Ahmad Safari

Dikatakan Letkol Czi Ahmad Safari, setiap orang atau kelompok yang secara sengaja membakar hutan dan lahan bisa dipidana karena merusak lingkungan. “Jadi kita harapkan tidak ada lagi petani yang membakar hutan dan lahan saat akan berkebun. Mari kita tinggalkan cara tersebut demi menjaga lingkungan kita”, tutup Letkol Czi Ahmad Safari.(Penrem/ red*)