Dinas Kominfo Kapuas Adakan Pelatihan Pengelolaan Layanan Informasi

KUALA KAPUAS, IB - Dalam rangka meningkatkan kemampuan teknis dalam pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Pengelolaan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) serta fungsi kehumasan Sistem Informasi Berita Terintegrasi (SIBER) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas, Dinas Komunikasi dan Informatika mengadakan kegiatan Pelatihan Teknis Pengelola Aplikasi Layanan Informasi, Pengaduan dan Kehumasan yang dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Dr. H. Junaidi, SE, SKM, M.AP, M.Kes, Senin (28/9/2020) pagi, di Ruang Studio Mini Diskominfo Kapuas.


Kadis Kominfo dalam sambutannya menyampaikan bahwa program yang ada di Media Center Kominfo Kabupaten Kapuas sangat penting dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya informasi yang berkenaan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing termasuk LAPOR dan PPID.

“Hari ini kita mencoba untuk berkomitmen bersama dalam rangka menjalankan program ini. Saya ingin bahwa PPID, LAPOR dan Kehumasan ini ada peluangnya dan program ini dapat berjalan untuk pengelolaannya,” terangnya Junaidi.

Oleh karena itu, ia berharap PPID Pembantu harus dikuatkan, karena apabila ada permintaan data dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maka PPID Pembantu yang berada di masing-masing OPD bisa berkoordinasi. Selain itu, ia menekankan, Program LAPOR juga harus gencar disampaikan ke masyarakat.

Ia mengatakan, pesan Bupati Kapuas bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan di OPD harus di ekspos, tidak mungkin hal tersebut dilakukan oleh orang Kominfo saja, karena sangat terbatas. Untuk itu semua pihak harus menyepakati bersama. “Harapan saya dengan dilatihnya operator kehumasan maka informasi OPD ini harus ada setiap hari, nanti kita akan membantu dalam hal editingnya. Kita edit dulu mana yang memungkinkan untuk kita keluarkan atau tidak, apakah dalam laporannya ada yang kurang atau ditambahkan,” ungkapnya.

Selain itu, Junaidi mengatakan, Media Center Kominfo Kabupaten Kapuas menempati urutan ke tiga se Kalimantan Tengah dan urutan ke lima se Kalsel-Teng serta urutan ke 37 se Indonesia. “Kelemahannya itu adalah berita OPD tidak maksimal, hanya OPD tertentu yang masih aktif, padahal semua OPD pasti ada kegiatannya yang perlu di ekspos. Untuk itu apapun kegiatannya mohon dibuat laporannya,” jelasnya.