Miris!! Pekerjaan Babat Beton yang Sedang Dikerjakan di Desa Bentuk Jaya Sudah Mengalami Keretakan

https:// www.medikalengnews.com -Kapuas- Pembangunan jalan pedesaan Babat Betun dengan menggunakan Cor Beton yang dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup,  Kabupaten Kapuas yang sedang berlangsung sudah mengalami keretakan pada beberapa titik ruas jalan tersebut. 

Salah satu warga desa setempat Rt 04 "BAHRANI" mengatakan, dari awal pekerjaan itu dilakukan hingga sekarang,  tidak terlihat Papan Nama Proyek dipasang. sedangkan bahan material yang di gunakan sebagai bahan campuran yakni menggunakan air  sungai yang masam, Sabtu (03/10/2020)
Menanggapi hal tersebut Kepala Desa Bentuk Jaya "Barsuni" membenarkan adanya keretakan tersebut. Dia beralasan karena saat pelaksanaan pekerjaan,  Molen yang dipergunakan untuk pengadukan bahan material mengalami kerusakan, oleh karena itulah dilakukan pengadukan secara manual, adapun untuk air sebagai bahan pengadukan memang diambil dari sungai itu, Minggu (04/10/2020)
“Mungkin karena adukan yang dilakukan tidak merata hingga mengakibatkan keretakan”, ujarnya. 

Lanjutnya menyampaikan, kegiatan pekerjaan itu bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2020, dengan anggaran Rp. 204.802.200, (Dua Ratus Empat Juta Delapan Ratus Dua Ribu Dua Ratus Rupiah) dengan panjang 320 meter,  lebar 2 meter,  tebal 15 centi meter.

Tambahnya menyampaiakan,  Selasa (06/10/2020), Sementara pekerjaan itu belum selesai, nantinya Setelah selesai pun pihaknya akan melakukan dengan  perawatan/pemeleharaan sebelum serah terima dengan masyarat itu sendiri, sedangkan Papan Naman proyek itu ada. 

“Jangan membuat  laporan dengan mengatas namakan masyarat”, ujarnya. 

Sementara itu Ketua Umum LSM Tingang Menteng Kalimantan Tengah (TMKT) "DIAMON" mengatakan, pihaknya juga meragukan  kualitas pekerjaan cor beton di desa Bentuk Jaya Kecamatan Dadahup Tahun Anggaran 2020.

Dalam hal ini keraguan yang dimaksudkan katanya, ialah terhadap campuran bahan material semen, pasir dan batu yang diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan di dalam perencanaan anggaran biaya (RAB).

  “Sangat mustahil pekerjaan baru saja dikerjakan sudah terdapat  keretakan. Parahnya lagi, mutu beton yang digunakan disinyalir tidak mengacu pada standar mutu beton yang sebagaimana mestinya. Artinya, kuat dugaan bahwa hasil pekerjaan yang pada nantinya selesai dikerjakan secara keseluruhan tidak sesuai dengan spesifikasi”, katanya. 

 Aabila pada nantinya ditemui saat investigasi  dugaan korupsi hingga mengakibatkan kerugian negara,  maka dirinya akan menindaklanjuti dengan memberikan surat pengaduan ke pihak berwajib. (drt)