Tim Gugus Tugas Covid-19, Cek Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka di SMKN-1 Muara Teweh


Muara Teweh, MKNews-Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Barito Utara mengunjungi SMK Negeri-1 Muara Teweh untuk melakukan pengecekan terhadap kesiapan sekolah dalam melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Senin 01/03/2021.

Adapun tim Gugus Tugas Covid-19 yang melakukan pengecekan Kesiapan pembelajaran tatap muka di SMKN-1 Muara Teweh tersebut diketuai oleh Rody, Dinas Pendidikan, dari Bidang PSDK Dinas Kesehatan Askiah, Satpol PP Murjaka, Anggota Kodim 1013/Muara Teweh, serta IPTU Ardianto dari Bagian KBU Intel Polres Barito Utara.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Rody menyampaikan, bahwa pada saat pembelajaran tatap muka nanti pihaknya akan memonitoring serta memberikan laporan kepada satuan tugas. Jadi harapan kami nanti, proses belajar mengajar tetap menggunakan protokol Kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, kemudian air cuci tangan tetap berfungsi, serta sabun. Karena nanti kalau tidak dipatuhi maka pemberian ijinnya akan kami cabut," tegasnya.

Asliadi, S.Pd selaku Kepala SMKN-1 Muara Teweh mengatakan bahwa tatap muka ini merupakan keinginan orang tua siswa dan berdasarkan hasil rapat dengan orang tua siswa yang mewakili kemarin seratus persen menginginkan tatap muka. Secara teknis pun sudah kami bahas yaitu mengenai tatap muka dengan sistem shift-shifan. Satu shift separo kelas, begitu pula dengan shift keduanya," kata Asliadi.

Adapun persiapan pembelajaran tatap muka, kami dari pihak sekolah mematuhi protokol kesehatan diantaranya membersihkan ruangan kelas, mengatur jarak tempat duduk siswa, membersihkan lingkungan seperti WC, menyiapkan tempat cuci tangan, handsanitezer, tisu, masker, dan alat pengukur suhu tubuh," jelasnya.

Kemudian dengan adanya kunjungan dari pihak gugus tugas Covid-19 ini, selanjutnya kami akan mengadakan rapid test dan setelah rapid test baru kami bisa mengumumkan kepada siswa yaitu mengenai pembelajaran tetap muka dan pada intinya menyalurkan keinginan dari orang tua siswa, karena selama ini terlalu lama dengan sistem pembelajaran jarak jauh," pungkasnya. (Led)

Komentar