Pemkab Kapuas Menggelar Focus Group Discussin Ke-2 Tahun 2026


Kuala Kapuas, MKNews - Pemkab"Kapuas menggelar Focus Group Discussion "FGD" ke-2 penyusunan Rencana kotinjensi kebakaran Hutan dan Lahan "Karhutla"kabupaten Kapuas Tahun 2026 , kegiatan tersebut dilaksanakan di Fovere Hotel,Jalan pemuda Kuala Kapuas,Senin,10/8/2026,pagi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Kapuas yang diwakili Asisten Administrasi Umum "Asisten lll" Setda Kapuas perry Noah , turut hadir kepala pelaksana "kalksa" BPBD kabupaten Kapuas pangeran S Pandiangan,Tim penyusun dari LPPM Universitas Palangka Raya "UPR"unsur Forkopimda, sejumlah kepala perangkat Daerah, camat,serta perwakilan instansi vertikal dan masyarakat peduli Api "MPA"

Membacakan sambutan Bupati Kapuas,perry Noah menegaskan bahwa kabupaten Kapuas memiliki kawasan hutan dan lahan gambut seluas lebih dari 1,4 juta hektare yang memerlukan kesiapsiagaan tinggi, terlebih prakiraan BMKG menunjukkan musim kemarau tahun 2026 berpotensi lebih panjang dan kering.

Dokumen Rencana kontinjensi yang disempurnakan hari ini bukan sekedar dokumen administratif, melainkan dokumen operasional yang harus dapat diplementasikan secara cepat, tepat,dan terkoordinasi ketika status darurat ditetapkan,kita harus mengedepankan langkah pencegahan dan direksi dini,"ujar Perry Noah.

Bupati melalui sambutannya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan filosofi Huma Betang dalam menjaga kelestarian lingkungan "kita jaga alam,maka alam akan menjaga kita ",tambahnya.

Sementara itu,kelaksa BPBD kabupaten Kapuas pangeran S Pandiangan memaparkan bahwa berdasarkan data hingga juli 2026 , terdaftar sebanyak 1.065 titik panas "hofspot" diwilayah kabupaten Kapuas,dengan total luas lahan terbakar mencapai 305,51 hektare sepanjang periode Januari hingga Juni 2026.

Fokus pada FGD kedua ini adalah melakukan validasi Data peta kerawanan, memperjelas pembagian tugas dan mekanisme sistem komando, serta mengoptimalkan peran aktif masyarakat peduli Api di tingkat desa",jelas pangeran S Pandiangan.

Penyusunan dokumen kontinjensi ini diharapkan menjadi acuan nyata seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan visi Kapuas BERSINAR "Berdaya Saing , Sejahtera, Indah, Aman, dan Religius" yang bebas dari ancaman bencana asap dan Karhutla.(Heri)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url