DPRD Seruyan Soroti Defisit APBD Perubahan 2026 Akibat PAD Tak Capai Target
Kuala Pembuang, MKNews — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Seruyan yang tidak mencapai target menjadi sorotan utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026. Kondisi fiskal ini memaksa pemerintah daerah bersama legislatif melakukan penyesuaian anggaran secara ketat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi, usai mengikuti Rapat Paripurna Ke-4 DPRD Kabupaten Seruyan Masa Persidangan I Tahun 2026-2027 di Kuala Pembuang, Senin (21/9/2026). Rapat paripurna tersebut beragendakan penyampaian pidato pengantar Bupati Seruyan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Harsandi menjelaskan, kondisi fiskal daerah saat ini turut dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Akibatnya, kemampuan pendapatan daerah, khususnya PAD, jauh berkurang dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.
"PAD kita jauh berkurang dan tidak memenuhi target yang kita inginkan. Semua ini salah satunya dipengaruhi efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat," ujar Harsandi.
Menyikapi keterbatasan tersebut, pemerintah daerah bersama seluruh perangkat daerah telah sepakat untuk melakukan penyesuaian. Dalam APBD Perubahan 2026, pemerintah tidak lagi menambah program atau kegiatan baru, melainkan memprioritaskan penataan anggaran guna menutup defisit akibat tidak tercapainya target PAD.
"Untuk perubahan ini semuanya murni dilakukan untuk menutupi defisit atau kekurangan anggaran karena PAD kita tidak terpenuhi. Pemerintah daerah juga sudah mengondisikan seluruh dinas agar menyesuaikan dengan kondisi fiskal yang ada," tambahnya.
Meski demikian, DPRD Seruyan tetap mendorong agar penguatan PAD dapat dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting agar ke depan ruang fiskal daerah menjadi lebih kuat dan tidak terlalu bergantung pada sumber pendanaan tertentu.(Ms)