Tuntut Plasma 20 Persen PT BAP, Ratusan Warga Seruyan Kembali Duduki Kantor Bupati
Kuala Pembuang, MKNews — Konflik tuntutan realisasi kebun plasma sebesar 20 persen dari PT Binasawit Abadi Pratama (PT BAP) terus memanas. Ratusan warga yang mewakili Desa Rungau Raya, Bangkal, Terawan, dan Selunuk kembali mendatangi Kantor Bupati Seruyan setelah upaya mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan berakhir deadlock, Kamis (3/9/2026).
Aksi ini merupakan susulan dari pertemuan sebelumnya pada Senin (31/8/2026). Pertemuan yang ditujukan untuk menjembatani aspirasi warga dengan manajemen PT BAP tersebut gagal membuahkan solusi konkret.
Pihak perwakilan PT Binasawit Abadi Pratama (PT BAP) yang hadir dalam pertemuan tersebut tidak bisa mengambil keputusan dan kebijakan sesuai harapan tuntutan warga yang ingin hak plasma 20 persen terealisasi
Pelaksana Harian (Plh.) Sekda Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, menegaskan Pemkab Seruyan berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pusat mengingat adanya perbedaan penafsiran regulasi terkait pola kemitraan.
"Bupati tetap berusaha memperjuangkan keinginan masyarakat. Beliau mengagendakan menghadap langsung Menteri Kehutanan, Menteri ATR/BPN, dan Menteri Pertanian untuk memastikan kewajiban tersebut," ujar Bahrun Abbas usai pertemuan.
Merasa tuntutannya diabaikan, masyarakat berencana menggelar aksi susulan yang lebih besar pada Sabtu (5/9/2026). Ketua Pengawas Koperasi, Sapriyadi, menyatakan aksi tersebut akan melibatkan aliansi masyarakat dari dua kabupaten, yakni 8 desa di Kabupaten Seruyan dan 2 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan estimasi massa mencapai 3.400 orang.
"Ini opsi terakhir kami dan tidak ada tawar-menawar. Massa berencana menutup seluruh portal akses perusahaan, menghentikan sementara pengangkutan CPO, serta kegiatan panen PT BAP hingga ada kepastian hukum," tegas Sapriyadi.
Menanggapi potensi eskalasi situasi, Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi membenarkan belum adanya kesepakatan antara kedua belah pihak. Pihaknya menyatakan siap mengawal ketat jalannya unjuk rasa agar tetap berlangsung aman dan kondusif.
"Untuk keamanan, Polres Seruyan mem-plotting personel menjaga serta mengawal kegiatan sampai selesai. Kami berharap situasi tetap terkendali," kata Beddy.
Hingga berita ini diturunkan, warga menegaskan akan tetap bertahan dan mengawal tuntutan realisasi hak plasma 20 persen tersebut sampai manajemen PT BAP memberikan keputusan resmi.(Ms)