Warga Seruyan Tengah dan Hulu pengguna transportasi sungai Kesulitan BBM, DPRD Minta Solusi Regulasi Transportasi Air


Seruyan, MKNews – Masyarakat pengguna transportasi sungai seperti kelotok dan ketinting di wilayah Seruyan Tengah hingga Hulu dilaporkan masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kondisi ini dipicu oleh kendala teknis dan aturan skema pembelian BBM bersubsidi di SPBU yang mewajibkan penggunaan sistem digital.


Koordinator Tim Reses Dapil III, Citra Yudha, menyampaikan bahwa kendala utama masyarakat pesisir sungai maupun pemilik mesin penggilingan padi adalah akses terhadap skema pembelian ber-barcode yang dinilai belum fleksibel untuk sektor moda transportasi air.

"Distribusi BBM ke wilayah seperti Tumbang Manjul sebenarnya sudah tidak ada masalah karena jalur darat membaik. Namun, muncul keluhan dari pemillik kelotok dan mesin penggilingan padi yang kesulitan membeli solar subsidi di SPBU karena kendala aturan sistem barcode," ujar Citra Yudha.

Selain armada kelotok, persoalan ini juga berdampak pada penyedia jasa travel dan kendaraan roda dua setempat yang kerap kehabisan stok serta kesulitan melakukan pengisian via jeriken untuk kebutuhan moda air.

Menanggapi permasalahan tersebut, pihak DPRD mendorong keterlibatan instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda), untuk merumuskan mekanisme pendataan dan jatah distribusi yang sah.

Melalui skema pengaturan yang terintegrasi antara Perhubungan dan Organda, pembelian BBM bersubsidi bagi armada angkutan sungai diharapkan memiliki payung hukum yang jelas. Langkah ini diyakini mampu menjadi solusi agar aktivitas transportasi air masyarakat tidak terkendala sekaligus legal secara regulasi.(Ms)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url