Evakuasi Korban Helikopter MI-17V5 Karhutla Seruyan Rampung, Jenazah Serda Heri Prasetyo Diterbangkan ke Trenggalek
Kuala Pembuang, MKNews — Seluruh korban meninggal dunia dalam insiden jatuhnya helikopter jenis Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, akhirnya berhasil dievakuasi. Jenazah kru terakhir, almarhum Serda Heri Prasetyo, ditemukan pada Jumat (6/11/2026) pagi dan akan langsung diterbangkan ke kampung halamannya di Trenggalek, Jawa Timur.
Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengungkapkan rasa duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit dalam menjalankan tugas mulia penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi water bombing.
"Pertama, kami mengucapkan belasungkawa ya kepada keluarga yang ditinggalkan. Ada tiga yang meninggal dunia. Alhamdulillah, seluruh kru yang berjumlah delapan orang telah ditemukan, dengan rincian lima selamat dan tiga meninggal dunia," ujar Mayjen Zainul Arifin saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (6/11/2026).
Mayjen Zainul menjelaskan, operasi pencarian pada hari terakhir ini dimulai lebih awal guna menghindari cuaca buruk berupa angin dan gelombang di sekitar lokasi jatuhnya helikopter. Tim SAR gabungan mulai bergerak sejak pukul 06.00 WIB.
"Alhamdulillah, tadi sekitar pukul 08.30 WIB, korban terakhir atas nama Serda Heri Prasetyo berhasil ditemukan di dalam bangkai pesawat," jelasnya.
Jenazah Serda Heri Prasetyo langsung dipersiapkan untuk dipulangkan hari ini juga agar dapat segera dimakamkan oleh pihak keluarga di Trenggalek. Sebelumnya, dua jenazah prajurit lainnya, yakni almarhum Lettu CPN Nurhafiz Akbar Rizki Hartio dan almarhum Mayor CPN Dudi Firmansyah, telah lebih dulu diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan.
Terkait kelanjutan penanganan bangkai helikopter, Pangdam XXII/Tambun Bungai menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Pada kesempatan yang sama, Mayjen Zainul juga mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi jatuhnya pesawat. Ia mengingatkan potensi bahaya kelistrikan sisa yang masih terdapat pada bangkai helikopter meskipun mesin telah mati.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati daerah pesawat yang jatuh karena masih ada aliran listrik yang dapat membahayakan. tadi bahkan ada penyelam yang sempat terkena aliran listrik di dalam pesawat," terangnya.
Pihaknya berharap pemerintah daerah setempat, mulai dari tingkat camat, lurah, hingga bupati, dapat saling bekerja sama untuk mengamankan lokasi sambil menunggu tim investigasi dan evaluasi dari Penerbad tiba di lokasi kejadian. (Ms)