Helikopter Water Bombing Karhutla Jatuh di kawasan TNTP, Dua Kru Meninggal dan Satu Masih Dalam Proses Pencarian
Seruyan, MKNews — Sebuah helikopter jenis Mi-17 yang mengemban misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan jatuh di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Insiden tragis ini mengakibatkan dua kru meninggal dunia, lima kru mengalami luka-luka dan selamat, serta satu kru lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, membenarkan peristiwa jatuhnya helikopter yang tengah menjalankan operasi pengeboman air (water bombing) tersebut.
"Pesawat penerbangan Mi-17 kita kebetulan bertugas untuk water bombing di daerah sekitar Tanjung Puting. Memang ada kejadian sekitar kurang lebih pukul 11.00 siang tadi," ujar Zainul saat memberikan keterangan pers di halaman RSUD Kuala Pembuang, Rabu malam.
Zainul merinci, terdapat total delapan orang kru di dalam helikopter saat kecelakaan terjadi. Sebanyak lima korban selamat telah berhasil dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Sementara itu, dua korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Saat ini, fokus tim SAR gabungan diarahkan pada pencarian satu kru yang diduga masih terperangkap di dalam bangkai pesawat.
"Kemungkinan masih di dalam pesawat. Ini masih dalam pencarian. Mudah-mudahan bisa kita keluarkan dari pesawat malam ini," jelas Zainal.
Hingga Rabu malam, tim SAR gabungan yang terdiri atas unsur penanggulangan bencana dan aparat keamanan masih disiagakan di lokasi kejadian. Petugas terus berpacu dengan waktu serta tantangan keterbatasan jarak pandang pada malam hari guna merampungkan proses evakuasi lanjutan.
Pihak TNI bersama instansi terkait berharap proses evakuasi dapat berjalan lancar agar seluruh korban segera mendapatkan penanganan sepenuhnya. Adapun investigasi mendalam mengenai penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut akan segera dilakukan oleh tim berwenang setelah proses evakuasi selesai.(Ms)