Permohonan Ma'af Hj. Agati Sulie Mahyudin, Bukan Ke Semua Wartawan

Kalteng - Sejumlah wartawan di Kota Palangka Raya menggaku kecewa dengan pertemuan jumpa pers yang diadakan pada hari Sabtu (05/04/2019) malam oleh Oknum Calon Anggota DPR RI Dapil Kalteng, Hj. Agati Sulie Mahyudin, SE disebuah Cafe Kupi Tambi yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalteng, .

Legislator yang masih aktif dan sekarang mencalon kembali sebagai anggota DPR RI Dapil Kalteng ini diduga telah melecehkan profesi wartawan terkait kicauanya di Medsos Facebook akun pribadinya yang berbunyi "Yang namanya wartawan itu maju tak gentar membela yang bayar" dimana belakangan ini viral di medsos dan media massa.

Namun, sangat disayangkan pertemuan jumpa pers permohonan maaf dan klarifikasi yang diadakan oleh oknum calon Anggota DPR RI Dapil Kalteng pada malam tersebut hanya mengakomodir wartawan yang bernaung di Organisasi PWI Kalteng  saja. Sedangkan wartawan dari organisasi lain yang turut hadir pada malam itu tidak digubris dan dihiraukan.

Perlu diketahui, organisasi wartawan di Kalteng ini cukup banyak seperti PWRI, IPJI, IWO dan yang lainnya, semua memiliki legalitas dan badan hukum yang jelas. Bahkan di Negara Indonesia ini ada puluhan  dan mungkin sampai ratusan kalau bicara mengenai organisasi kewartawanan.

Eman Supriyadi salah satu wartawan online yang hadir pada pertemuan jumpa pers pada malam itu, sangat menyesalkan sikap oknum calon anggota DPR RI Dapil Kalteng tersebut yang hanya melakukan klarifikasi dan meminta permohonan maaf hanya kepada wartawan yang bernaung di Organisasi PWI Kalteng  saja.

"Seharusnya ibu Hj. Agati Sulie Mahyudin lebih bijaksana, jangan mengadakan jumpa pers hanya dengan wartawan yang bernaung di organisasi tertentu saja, karena yang dilecehkan ini semua orang yang berprofesi sebagai wartawan terlepas dari organisasinya apa," tegas Eman, Minggu (07/04/2019) Siang.

lebih lanjut dikatakan Eman, Hj Agati Sulie Mahyudin ini adalah Ibunya masyarakat Kalteng, sebenarnya dia harus lebih bijaksana, rangkul semua wartawan ajak duduk bersama, selesaikan permasalahan tersebut dengan baik-baik, jangan hanya mengundang wartawan dari salah satu organisasi tertentu saja. karena ini sudah menyangkut pelecehan terhadap semua wartawan.

"Kalau masalah ini tidak segera diselesaikan, saya bersama teman-teman wartawan lainnya, akan melanjutkan masalah ini keranah hukum," pungkas Eman. (Tim)

Back To Top