Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalteng terus Melakukan langkah-langkah Pencegahan


Kalteng MKNews- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Virus Corona) Provinsi Kalteng terus melakukan langkah-langkah pencegahan, antara lain dengan melihat pergerakan masyarakat yang masuk maupun keluar dari Kalteng, terutama di daerah-daerah perbatasan dengan Provinsi tetangga.

Konferensi pers Jumat,23-3-2020 dihadiri oleh Plt. Kepala Diskominfosantik Agus Siswadi dan Plt. Kepala Dishub Kalteng Yulindra Dedy lampe.

Pemantauan ketat akan dilakukan terhadap masyarakat yang datang dari daerah terpapar. Terkait hal ini, Gugus Tugas akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten.

Apabila diperlukan, warga masyarakat yang datang dari daerah terpapar akan dikarantina terlebih dahulu sesuai dengan SOP pencegahan Covid-19 di Kalteng.

Berkaitan dengan isu penutupan pasar, Ketua Gugus Tugas Leonard S. Ampung menegaskan bahwa Pemprov maupun Gugus Tugas tidak ada agenda untuk itu. “Tapi kami imbau masyarakat tetap menjaga jarak, menggunakan masker, sesering mungkin cuci tangan, menerima uang kembalian bagaimana itu dalam kondisi steril, misalnya dengan masukkan uang ke plastik atau memakai sarung tangan sehingga mengurangi rekam jejak Virus Covid-19,” jelasnya.“Kami mengimbau berita-berita yang ada disaring dulu. Jangan sampai ada kepanikan, seperti aksi borong.

Pemprov juga sudah memastikan stok pangan aman sampai tujuh bulan ke depan,” imbuh Leonard.

Berkaitan dengan kemungkinan adanya keluhan dari pedagang yang mengalami kesulitan membayar cicilan atau kredit, Leonard mengatakan, “Sesuai dengan Edaran Presiden dalam video conference dengan Gubernur se-Indonesia, kredit mereka bisa ditunda pembayarannya.

Ini sedang kami koordinasikan pelaksanaannya. Pemprov sedang memikirkan dan akan melakukan upaya-upaya untuk membantu masyarakat.”

Lebih lanjut dijelaskan, mekanisme pemberian bantuan Sembako atau bantuan lainnya sedang digodok. “Dinas Sosial dan Disnaker akan mendata dan menginventarisasi mayarakat kita yang terdampak, termasuk bantuan nantinya akan diberikan secara langsung atau berwujud Sembako,” kata Leonard.

Sementara itu, diungkapkan pula dalam konferensi pers hari ini, kondisi dua dokter di Palangka Raya yang kini berstatus Pasien Dengan Pengawasan (PDP) adalah stabil.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul, kedua dokter relatif masih muda sehingga apabila nantinya terbukti positif Covid-19, maka diperkirakan efeknya sangat kecil.

Sedangkan mengenai warga Palangka Raya yang baru-baru ini meninggal diduga karena Covid-19, Leonard Ampung menegaskan bahwa berdasarkan informasi dari Rumah Sakit Doris Silvanus yang bersangkutan tidak ada hubungannya dengan Covid-19, tetapi terkena virus lain setelah menjalani operasi. “Semua orang yang meninggal karena terkena infeksi tetap menggunakan alat pelindung diri dan itu seizin dari pihak keluarga,” tegasnya.

Terkait adanya perbedaan jumlah Positif Covid-19, Pemprov Kalteng menegaskan bahwa semua pihak hendaknya berpegang kepada pada data valid yang dimiliki Gugus Tugas. Dalam hal ini, Pemprov akan selalu berkoordinasi, termasuk dengan Pemerintah Pusat agar ada review data.

Pada kesempatan tersebut, tim Gugus Tugas juga menyinggung rencana perluasan bangsal Rumah Sakit Doris Sylvanus ke BPSDM Kalteng yang saat ini sedang dipersiapkan, di samping menyiapkan sejumlah alternatif lokasi lainnya.

Untuk sejumlah perawat atau tim medis penanganan Covid-19 sendiri, sesuai SOP saat ini diisolasi, antara lain di Poltekes agar mereka tidak menjadi carrier atau pembawa ketika pulang ke rumah. Lokasi diberi fasilitas yang memadai agar nyaman.

Tim Gugus Tugas mengapresiasi kontribusi Fakultas Teknik dan civitas akademika lainnya di UPR yang berhasil menciptakan white box atau bilik disinfektan.

Gugus Tugas akan berkoordinasi untuk memperbanyak bilik disinfektan tersebut. Selain itu, Gugus Tugas juga akan mengupayakan untuk mengadakan rapid test guna mendapatkan informasi awal walaupun keakuratannya sekitar 60%.

Gugus Tugas belum akan memberlakukan jam malam atau menutup warung makan. Yang dilakukan saat ini masih sebatas imbauan untuk tetap berdiam di rumah dan mengurangi berkumpul dengan banyak orang, terutama di luar rumah. Warung makan pun diimbau untuk tidak memfasilitasi makan di tempat.

Gugus Tugas pun kembali mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan Covid-19 dengan mengurangi keluar rumah apabila tidak perlu; melakukan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (HBS), sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan disinfektan; menggunakan masker; serta tetap menjaga sosial distancing dimanapun walau di rumah sekalipun.