Tingkat Stunting Tertinggi Dikalteng Dan Jadi Sorotan Pemerintah Pusat Kabupaten Kapuas Dan Kotim

PalangkaRaya MKNews-  Lima kabupaten tergolong zona merah dalam angka stunting atau kekerdilan. Lima kabupaten yang dimaksud adalah Kabupaten Kotawaringin Timur, Barito Timur, Barito Selatan, Gunung Mas, dan Kapuas. Di antara lima kabupaten tersebut, dua kabupaten menjadi perhatian utama.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, perhatian khusus pihaknya untuk masalah stunting adalah di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebab, dua kabupaten tersebut memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak.

Untuk menekan angka stunting, lanjut dia, Dinkes Kalteng perlu melakukan intervensi dengan mengajak ibu yang masih mengandung untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang. 

Hal tersebut bermaksud agar bayi yang akan dilahirkan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami stunting dalam tumbuh kembangnya.

"1.000 hari dalam fase kelahiran bayi sampai balita harus benar-benar diperhatikan. Terutama untuk asupan makanannya. Jangan sampai ada ketidakseimbangan gizi dalam asupan makanannya, karena akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang sang anak," bebernya, Rabu (19/6/2020).

Dalam menekan angka stunting, Dinkes pun tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dana alokasi khusus (DAK). Dana inilah yang nantinya sangat membantu masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dan penyetaraan gizi demi menekan angka stunting.

Lebih jauh dijelaskan Suyuti, stunting merupakan sebuah kondisi yang mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.