ATPUSI SERUYAN DAN KOMUNITAS SLIMS JAKARTA AJAK PARA PUSTAKAWAN DAN TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH MENERAPKAN OTOMASI PERPUSTAKAAN SLiMS 9 BULAN


Seruyan-MKNews-SLiMS (Senayan Library Management System) adalah sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (open source) berbasis web yang pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakaan Kemendikbud. Aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan koleksi tercetak dan terekam yang ada di perpustakaan.

Pada tahun 2020  ini SLiMS (Senayan Library Management System) merilis versi terbarunya yaitu SLiMS 9 Bulian. Versi terbaru ini merupakan peningkatan dari versi sebelumnya yaitu SLiMS 8 Akasia. Apa saja sih peningkatan yang dibawa di versi terbaru ini? 
Peningkatan di versi SLiMS 9 Bulian ini antara lain: 
- Meningkatkan tag versi
- Kustomisasi tema standar
- Kompatibilitas dengan PHP 7.4 dan MySQL 5.7
- Cetak Kartu Anggota dengan tampilan Bahasa Indonesia
- Mengunduh sampul buku
- Beberapa perubahan kecil lainnya.
Seperti bisa ada 2 versi yang bisa  gunakan yaitu versi Portable dan versi Stable. 

Melihat perkembangan diatas, maka  Assosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) Kab.Seruyan akan mengadakan Webinar Kupas Tuntas Otomasi Perpustakaan Slims 9 Bulian pada tanggal 21 November 2020, yang pada kesempatan kali ke 3 ini bekerjasama dengan Komunitas Slims Jakarta, hal ini di sampaikan oleh Nopiar Rahman,S.Pd, selaku Ketua ATPUSI Kab.Seruyan, yang juga Pustakawan Sekolah SMP Tunas Agro, pegiat slims dan founder grup literasi Gawi Hantatiring Seruyan.  Pada kegiatan kali ini merangkul Komunitas Slims Jakarta, kami dari ATPUSI Kab.Seruyan  dan teman –teman dari Kab,ktw.Barat diwakili pa Sumarno,S.Pd sering berdiskusi dalam grup whatsapp,  dalam penerapan Otomasi slims 9 ini diperpustakaan sekolah. 

Selanjutnya disampaikan oleh Nopiar demikian biasa dipanggil, menambahkan bahwa kami mengajak para pustakawan dan tenaga perpustakaan sekolah untuk bisa berpartisipasi pada kegiatan webinar kali ini, yang mengupas secara tuntas otomasi perpustakaan slims 9 bulian, untuk link pendaftaran bisa buka di https://bit.ly/3loqTMw ucap pria yang pernah meraih predikat Pustakawan Berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dan  finalis Pustakawan Berprestasi  Nasional tahun 2018. 

Perkembangan tentang Slims ini,  Senayan dirancang sesuai dengan standar pengelolaan koleksi perpustakaan, misalkan standar pendeskripsian katalog berdasarkan ISBD yang juga sesuai dengan aturan pengatalogan Anglo-American Cataloging Rules. 

Standar ini umum dipakai di seluruh dunia. Karena yang mengembangkan adalah para pustakawan, jadi aplikasi ini sesuai dengan standar yang dibutuhkan pustakawan di dalam dunia kerjanya,” 
Melihat perkembangannya, Senayan dirilis ke publik pada November 2007, bertepatan dengan ulang tahun Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional yang ketiga. 

Selain terus memperkaya Senayan, tim pengembang terus membuat paket program untuk memudahkan pemasangan. Paket yang disebut Portable Senayan (psenayan) ini berisi program Senayan, Apache (program untuk server), PHP, dan MySQL. Pengguna tinggal mengopi, mengekstrak, dan langsung menggunakannya pada komputer atau server masing-masing.

Ketika dirilis pertama kali, Senayan baru diunduh 704 kali. Angka ini melonjak menjadi 6.000 kali lebih pada Desember 2007 dan 11 ribu lebih Januari 2008. Adapun pada Oktober tahun 2009  program itu sudah diunduh hampir 27 ribu kali. Dengan demikian, total sudah 250 ribu kali lebih program itu diunduh.

Sekarang di tahun 2020 ini, Senayan kini sudah berkembang jauh. Ia tak hanya menampilkan data buku, tapi juga dapat menampilkan gambar, suara, buku elektronik, dan bahkan video. tim pengembang sedang mengembangkan agar setiap server pengguna Senayan dapat saling ”bicara”, sehingga nanti dapat dibangun sebuah gerbang pencarian data buku dalam jaringan yang dapat menelusuri semua katalog.

Nanti akan ada sebuah gerbang agar pencarian buku cukup melalui satu situs saja, dan itu ada di slims 9.