Bupati Kapuas Komitmen Terapkan RME Bebas Fraud dan Matangkan Rencana Perluasan Fasilitas RSUD

Kuala Kapuas, MKNews - Bupati kapuas H.M.Wiyatno S,P. Menerima langsung kunjungan lapangan Tim strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Dalam rangka observasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Mandiri dan integrasi SATU SEHAT Kegiatan strategis ini dilaksanakan di paviliun RSUD dr.H.Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas,Rabu/10/6/2026.pagi.

Agenda ini dihadiri langsung oleh wakil Bupati Kapuas Dodo sekertaris Daerah kabupaten Kapuas Usis l Sangkai koordinator Harian Stranas PK Sari Anggraini beserta jajaran, perwakilan kementerian kesehatan RI, perwakilan BPJS kesehatan,Serektur RSUD dr.H.Soemarno Sosroatmodjo ,dr Dellianae serta sejumlah kepala perangkat terkait.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pengawalan Aksi 9 pencegahan korupsi berbasis NIK ,dimana Stranas PK yang berkedudukan di KPK RI mebidik target nasional berupa Implementasi penuh dokumen Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai prasyarat dasar verifikasi klaim Jaminan kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS kesehatan,demi menghapus celah klaim fiktif (phantom billing) maupun manipulasi tindakan medis.

Koordinator Harian Stranas PK,Sari Anggraini,dalam narasinya menegaskan bahwa kehadiran tim kedaerah bukan lah dalam rangka inspeksi Hukum.

Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo,dr Dellianae dalam paparannya menyampaikan bahwa sistem digitalisasi rumah sakit di Kapuas terus melesat sejak migrasi ke SIMRS Khanza mandiri pada 2018 bahkan per 2 Juni 2026 , Direktorat Jendral pelayanan kesehatan Kemenkes RI resmi menyatakan status tata kelola RME RSUD telah berstatus valid.

Meski demikian dr.Delianae mengakui masih menghadapi tantangan seperti angka penundaan (pending) klaim yang berkisar 10 -12 persen akibat ketidaksesuaian aspek koding dan rekam medis, disamping itu,kendala sinkronisasi NIK pasien dengan MPI SATU SEHAT akibat perbedaan input Indentitas lokal dengan data Dukcapil nasional juga masih diupayakan penyelesaiannya.

Merespon hal tersebut, Bupati Kapuas menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas asistensi yang diberikan oleh Stranas PK, Kemenkes,dan BPJS kesehatan,ia meminta seluruh jajaran manajemen RSUD memamfaatka. Momentum ini sebagai ruang diskusi intensif demi mengamankan tata kelola administrasi agar terhindar dari kekeliruan Hukum.

Kami sangat berterima kasih ,lebih baik turun dalam bentuk pencegahan sepeyini daripada penindakan yang terjadi,ini momen kita untuk berdiskusi, sehingga dalam melaksanakan kegiatan,kita tidak melakukan kesalahan, apalagi sampai bersentuhan dengan Hukum,"tegas Bupati Kapuas.(Heri)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url