Dampak Kemarau Panjang, Pemkab Seruyan Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Seruyan Hilir Timur


Seruyan, MKNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan menyalurkan bantuan air bersih gratis bagi warga yang terdampak krisis air akibat musim kemarau di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Rabu (2/9/2016).


Penyaluran air bersih menggunakan armada mobil tangki dan tandon tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Seruyan, unsur pemerintah kecamatan, serta para kepala desa setempat.

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menyampaikan bahwa aksi penanganan krisis air ini menyasar sejumlah titik pemukiman warga yang paling terdampak kemarau.

"Hari ini kita mengunjungi dua desa, tadi di Pematang Panjang dan sekarang di Desa Bangun Harja, lalu akan berlanjut ke beberapa desa lainnya. Pembagian air bersih ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat sekaligus bentuk kesiapsiagaan pemerintah di tengah kondisi kemarau," ujar Ahmad Selanorwanda saat diwawancarai awak media di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, krisis air di kawasan hilir Sungai Seruyan dipicu oleh fenomena pasang surut air sungai selama kemarau. Selain debit air menyusut, intrusi air asin turut merembes ke sumur-sumur warga sehingga air yang ada tidak layak untuk dikonsumsi maupun digunakan untuk kebutuhan harian.

Guna memperluas jangkauan bantuan, Pemkab Seruyan terus menginventarisir wilayah-wilayah yang mengalami gangguan pasokan air. Setiap armada tangki menyalurkan sekitar 5.000 liter air bersih ke titik-titik krisis secara bertahap.

Bupati juga mengajak berbagai pihak untuk saling bahu-membahu dalam mengatasi musibah kekeringan ini.

"Saya mengimbau kepada organisasi, lembaga, hingga perusahaan swasta untuk berkontribusi. Instansi seperti PMI, PDAM, Dinas PU, Bank Kalteng, serta pihak swasta dapat berkoordinasi menyediakan suplai air bersih. Biaya satu tangki relatif terjangkau, tetapi dampaknya sangat besar bagi masyarakat," lanjutnya.

Selain masalah krisis air, Bupati mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran pemukiman maupun Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akibat cuaca ekstrem dan angin kencang selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan menjaga keamanan lingkungan masing-masing.(Ms)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url