DPRD Seruyan Soroti Dampak Kabut Asap, Apresiasi Kebijakan Liburkan Sekolah di Dapil II
Seruyan, MKNews — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan menyoroti kabut asap pekat yang menyelimuti sejumlah wilayah di Daerah Pemilihan (Dapil) II. Kondisi tersebut dinilai berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan berpotensi memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Anggota Komisi B DPRD Seruyan, Sukran Makmun, mengungkapkan bahwa meskipun persentase kasus ISPA di wilayah tersebut belum tergolong tinggi, sebagian warga sudah mulai merasakan gangguan kesehatan pada saluran pernapasan akibat paparan asap.
"Untuk masalah ISPA sendiri, sejauh ini memang persentasenya belum tinggi. Tetapi, memang ada sebagian masyarakat yang sudah terdampak," ujar Sukran saat ditemui, Senin (2/11).
Menyikapi situasi ini, Sukran mengapresiasi langkah cepat Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan yang menerbitkan surat edaran meliburkan kegiatan sekolah. Kebijakan ini dinilai sangat tepat guna melindungi anak-anak dari paparan polusi udara akibat kabut asap.
Menurutnya, keputusan tersebut sangat krusial mengingat kualitas udara di wilayah Dapil II masih belum aman untuk kelangsungan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka.
"Keputusan tersebut sangat penting mengingat kondisi udara di wilayah Dapil II masih belum memungkinkan untuk menggelar aktivitas belajar," tegasnya.
Ia menambahkan, jika kegiatan belajar mengajar tetap dipaksakan di tengah kepungan kabut asap, jumlah anak-anak yang terserang gangguan pernapasan dikhawatirkan akan terus bertambah.
"Andai kemarin belum diliburkan, kemungkinan persentase ISPA itu lebih banyak, mungkin meningkat," imbuhnya.
Selain mengancam kesehatan, kabut asap di Dapil II juga mulai mengganggu aktivitas transportasi darat. Sukran menyebutkan bahwa jarak pandang bagi pengendara di jalan raya saat ini sangat terbatas, yakni berkisar antara 15 hingga 20 meter saja, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Pihaknya berharap fenomena kabut asap ini dapat segera teratasi dan berlalu, sehingga seluruh aktivitas warga, baik di sektor pendidikan maupun ekonomi, dapat kembali normal serta risiko kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.
"Semoga kabut asap ini segera berakhir, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan risiko gangguan kesehatan bisa diminimalisir," pungkasnya.(Ms)