Guru Mulia Al-Habib Umar Bin Hafidz lakukan pertemuan dan silaturahim dengan KALTENG Pemerintah dan Tokoh masyarakat lintas agama di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pertemuan digelar di Swiss-Bell Danum

KALTENG MKNEws-Guru Mulia Al-Habib Umar Bin Hafidz lakukan pertemuan dan silaturahim dengan KALTENG Pemerintah dan Tokoh masyarakat lintas agama di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pertemuan digelar di Swiss-Bell Danum Hotel, Kota Palangka Raya, Sabtu (28/9/2019).
Turut hadir Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran beserta jajarannya, para Habaib, Ulama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.

Guru Mulia Al-Habib Umar Bin Hafidz lakukan pertemuan dan silaturahim dengan Pemerintah dan Tokoh masyarakat lintas agama di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pertemuan digelar di Swiss-Bell Danum Hotel, Kota Palangka Raya, Sabtu (28/9/2019).
Kedatangan Habib Umar bin Hafidz di Bumi Tambun Bungai dalam rangka Safari Dakwah dan akan menggelar Tabligh Akbar di Lapangan Sanaman Mantikei, Kota Palangka Raya pada pukul 19.30 WIB.

Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz yang dilahirkan pada hari Senin, 27 Mei 1963 M, adalah seorang ulama dunia era modern. al-Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman di mana dia mengawasi perkembangan di Dar-al Musthafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun di bawah manajemennya.

Dia masih memegang peran aktif dalam dakwah agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga dia meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya itu.

Guru Mulia Al-Habib Umar Bin Hafidz lakukan pertemuan dan silaturahim dengan Pemerintah dan Tokoh masyarakat lintas agama di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pertemuan digelar di Swiss-Bell Danum Hotel, Kota Palangka Raya, Sabtu (28/9/2019).
Dia terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim-ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Dia dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim.

Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidupnya demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Ia secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal. Demikian pula kedua kakek dia, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya.