ATPUSI SERUYAN SELENGGARAKAN LIVE WEBINAR “PENTINGNYA DIGITALISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH”


SERUYAN MKNews-Pembenahan manajemen perpustakaan juga sangat diperlukan supaya fungsi perpustakaan sekolah/madrasah sebagai sumber belajar, media kegiatan literasi informasi, penelitian kegiatan baca membaca, kegiatan penumbuhan kreativitas,  imajinatif, inspiratif dan tempat yang menyenangkan bisa terwujud.

Pembenahan manajemen ini diawali dari perencanaan perpustakaan sekolah dalam menetapkan visi, misi,tujuan, identifikasi kekuatan dan kelemahan serta memahami peluang dan ancaman.

Untuk itu ATPUSI Seruyan menyelenggarakan kegiatan live webinar tentang Pentingnya Digitalisasi Perpustakaan Sekolah pada tanggal 5 Desember 2020,  dengan menggandeng  Juara 1 Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional  tahun 2018 dari Prov.D.I Yogyakarta, Bapak Anang Fitrianto Sapto Nugroho, S.IP Pustakawan Muda, yang sekarang mutasi ke Biro Umum Humas dan Protokol Setda Prov. D.I Yogyakarta, demikan disampaikan Nopiar Rahman,S.Pd Ketua ATPUSI Kab.Seruyan, yang juga finalis  Pustakawan Berprestasi Tk.Nasional 2018 wakil Provinsi Kalimantan Tengah ini. 

Beberapa Pustakawan sekolah maupun Perguruan Tinggi sudah mendaftar kegiatan ini, antara lain dari SMA/K,dan SMP  Prov.Sumatera Utara, Telkom University Bandung, SMA/SMK Bandung, provinsi Jawa Barat, Dispursip Kab.Banjar, Prov.Kalimantan Selatan, dan Prov. Jawa Timur serta para pustakawan dari Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut disampaikan Nopiar Rahman,S.Pd yang juga Pustakawan SMP Tunas Agro Seruyan ini,  bahwa Teknologi informasi yang diperlukan di perpustakaan sekolah antara lain : pembuatan OPAC; penambahan koleksi digital (seperti e-journal dan e-book); serta web, blog atau akun jejaring sosial tentang perpustakaan sekolah. 

Dalam pembuatan OPAC ini perpustakaan sekolah  bisa menentukan software yang akan digunakan, dimana sekarang  sudah banyak software yang bisa ditawarkan secara gratis antara lain SLIMS,  E-Library dari UMY,  LASER dari UM Malang, KOHA dari UMS dan masih banyak lagi.

Dalam mewujudkan perpustakaan sekolah berbasis teknologi informasi di era digital ini perlu partisipasi dari semua pihak, dalam hal ini kepala sekolah, pemerintah, pustakawan, ahli IT dan juga guru sehingga tercapai tujuan yang ditetapkan.

Langkah-langkah awal dalam mewujudkan Perpustakaan Sekolah berbasis teknologi informasi yaitu :
1. Menentukan software yang akan dipakai untuk pembuatan OPAC. Data-data/ informasi  bahan pustaka dimasukkan oleh pustakawan yang dibantu oleh tenaga IT.
    2. Mendownload koleksi e-book di internet. Dalam hal pustakawan bisa bekerjasama dengan para guru agar koleksi e-book sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan.
  3. Pustakawan bisa bekerja sama dengan admin web sekolah agar menambahkan konten pada perpustakaan. 

Pustakawan harus memberikan data-data/informasi mengenai perpustakaan kepada admin web  jikalau diperlukan pembaharuan berkala terkait informasi  mengenai perpustakaan.  Pustakawan juga bisa membuat blog dan akun jejaring sosial.

4. Sosialisasi tentang penggunaan OPAC, dengan memberikan tata cara penggunaan  OPAC yang dicantumkan di dekat OPAC  Hal ini bertujuan agar Pemustaka  lebih paham tentang penggunaan OPAC. Sosialisasi  adanya web, blog dan akun jejaring sosial agar guru, murid dan warga sekolah lebih paham mengenai perpustakaannya.